1. Persembahan dari Seorang Pemurah
Seorang remaja duduk di gereja untuk mengikuti misa.
Pada saat kotak persembahan diedarkan, ia dengan segera membuka dompetnya dan memasukkan seribu rupiah ke dalam kotak persembahan itu.
Tiba-tiba, seorang bapak yang duduk dibelakangnya menepuk pundaknya dan memberikan uang 100 ribu kepada remaja itu. Remaja itu tersenyum, memasukkan uang 100 ribu itu ke dalam kotak persembahan, dan menatap sekilas dengan rasa kagum pada bapak yang sangat pemurah itu.
Tak lama kemudian Bapak dibelakangnya kembali menepuk pundaknya dan dia mendengar bisikan dari arah belakang,
"Nak, uang 100 ribu itu tadi jatuh dari dompetmu."
2. Doa dengan Bahasa Gaul di Malam Tahun Baru
31 dec 2006 malam tahun baru co gaul sedang berdoa
Co gaul : "Tuhan hujannya berenti sebentar dong, kan tahun baru gue pingin jalan ama cewek gue puter2 kota. entar klo udah sampe rumah hujan lg juga ga papa. kan sekali setahun gitu loh, masa harus hujan2. please tuhan berentiin hujan gitu loh!!!!"
Tuhan menjawab : "SO WHAT GITU LOH...!!!!"
3. Orang Pelit Masuk Neraka
Dua anak Sekolah Minggu sedang bercakap-cakap.
Samuel : "Coba terka, orang seperti apa yang paling banyak masuk neraka, apakah pencuri, pembunuh atau orang pelit?"
Natanael: "Tentu saja pencuri dan pembunuh! Karena yang satu mengambil harta orang sedangkan yang lain mengambil nyawa orang."
Samuel : "Kata papa-ku orang pelit yang paling banyak masuk neraka!"
Natanael: "Ach, masa iya ... ??? Apa dosanya, khan itu hartanya sendiri, suka-suka ku donk!"
Samuel : "Nah, itulah...! Saking pelitnya maka ketika Tuhan Yesus mau minta dosanya untuk dibuang ke tubir laut yang paling dalam,dia nggak ngasih!"
4. Semuanya Milik Tuhan
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pria yang adalah jemaat bertemu seorang pendeta yang adalah gembala sidangnya di jalan. Bapak pendeta yang baik ini pun berinisiatif untuk mengajak jemaatnya ini makan malam. Setelah makan malam selesai, Pak pendeta pun dengan gembira membayar tagihannya.
Sebelum mereka berpisah, terjadi percakapan singkat diantara mereka.
Jemaat: "Pak Pendeta, saya tidak akan berterima kasih untuk makanan yang sudah Bapak belikan."
Pak Pendeta: "Lho, memang kenapa?"
Jemaat: "Karena semua yang Bapak Pendeta punya sebenarnya adalah milik-Nya Tuhan!"
Pak pendeta pun hanya senyum kecil tanpa meresponi perkataan jemaat tersebut. Mereka bersalaman dan berpisah. Suatu waktu mereka bertemu lagi di jalan. Terdorong rasa lapar, jemaat ini berinisiatif untuk mengajak Pak Pendetanya ke restoran yang sama untuk makan malam.
Jemaat: "Bapak Pendeta, saya lapar nih, kita ke restoran yang kemaren kita kunjungi lagi yuk?"
Pak Pendeta pun berpikir sebentar. Lalu dengan senyum ramahnya dia pun menjawab.
Pak Pendeta: "Maaf ya Bapak, karena uang dan segala yang saya miliki adalah milik Tuhan, jadi saya akan tanya Tuhan dulu apakah boleh saya makan di restoran itu lagi bersama Bapak."
5. Asal Mulanya 10 Perintah Allah
Category: Cerita Alkitabingah
Konon, 10 Perintah Tuhan itu sebenernya bukan untuk orang Israel, melainkan untuk bangsa lain tapi justru bangsa lain yang ditawari menolak. Begini kisahnya...
Malaikat ke Italia.
Malaikat:"Hei kamu orang Italia, mau perintah Tuhan nggak?"
Orang Italia:"Apa isinya?"
Malaikat:"Jangan membunuh!"
Orang Italia:"Sori yach, kami ini mafia, membunuh adalah kegiatan kami"
Lalu malaikat itu terbang ke Rusia.
Malaikat:"Hei kamu orang Rusia, mau perintah Tuhan nggak?"
Orang Rusia:"Apa Isinya?"
Malaikat:"Sembahlah Tuhanmu!"
Orang Rusia:"Sori yach, kami ini atheis. Nggak percaya ama Tuhanmu!"
Lalu malaikat itu terbang ke Tiongkok.
Malaikat:"Hei kamu orang Tionghoa, mau perintah Tuhan nggak?"
Orang Tiongkok:"Apa isinya?"
Malaikat:"Jangan berdusta!"
Orang Tionghoa:"Sori yach, kami ini pedagang, jadi mesti menipu."
Malaikat tsb menjadi frustrasi. Akhirnya ia terbang ke orang Israel yang terkenal kebandelan dan kekikirannya. Siapa tahu mereka mau, gumam malaikat.
Malaikat:"Hei kamu orang Israel, mau perintah Tuhan nggak?"
Orang Israel:"Mbayar nggak?"
Malaikat:"Ini gratis!"
Orang Israel:"OK, kami minta SEPULUH!"
6. Kendala yang Perlu Didoakan
Category: Cerita Alkitabingah
Ada seorang pengusaha sukses yang sering menjadi donatur di gereja. Pada suatu saat ia mendapat kendala sehingga ia pulang kampung untuk mencari ketenangan.
Ternyata di kampung tersebut sedang diadakan pembangunan gereja. Setelah mengetahui bahwa ada pembangunan gereja, ia pergi ke rumah pendeta untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan gereja.
Lalu pengusaha itu berkata, "Pak pendeta, saya sangat senang dapat memberi bantuan sumbangan pada gereja, tetapi karena saya mendapat 'kendala' maka hanya ini saja yang dapat saya berikan pada saat ini."
Pendeta itu menerima yang diberikan pengusaha itu, tetapi ia tidak tahu apa arti kata "kendala". Lalu di gereja ia mengumumkan, "Saudara-saudara sekalian, pada saat ini telah diterima sumbangan dari seorang pengusaha yang sedang mendapat 'kendala.' Jadi mari kita doakan Bapak ini agar terus mendapat kendala, sekian."
7. Alasan Untuk Pergi ke Gereja
Category: Cerita Alkitabingah
Pada suatu pagi, seorang ibu mengetuk pintu kamar anak laki-lakinya dan memberitahunya bahwa sudah saatnya bangun dan pergi ke gereja.
"Aku tidak ke gereja pagi ini," kata si anak.
"Kamu harus bangun dan pergi ke gereja," balas si ibu.
"Tidak mau." si anak menjawab.
"Ya, kamu harus ke gereja," si ibu berkata.
"Tidak mau. Mereka tidak menyukaiku dan sebaliknya, aku juga tidak menyukai mereka!" kata si anak. "Beri aku dua alasan bagus mengapa aku harus ke gereja."
"Satu, kamu berumur 55 tahun dan alasan kedua ialah karena kamu itu pendetanya!"
8. Pendeta yang Ngebut Ditilang Polisi
Category: Cerita Alkitabingah
Dua orang pendeta mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Mereka akhirnya diminta untuk berhenti oleh seorang polisi karena kecepatannya melebihi kecepatan maksimum yang sudah ditetapkan.
"Apa yang anda lakukan? Anda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi."
Salah satu Pendeta berkata, "Kami mengendarai sepeda motor ini hanya sekedar putar-putar.....lihatlah motor ini memang sangat bagus dan kencang larinya."
Si Polisi menggeleng-gelengkan kepalanya, "Bagaimanapun juga, saya harus menilang anda. Mengemudi seperti itu sangat membahayakan jiwa anda. Bagaimana kalau anda mengalami kecelakaan?"
Kemudian Pendeta berkata lagi, "Jangan khawatir, Tuhan Yesus beserta kami."
Si Polisi berkata, "Wah, kalau begitu saya harus benar-benar menilang anda, karena tiga orang dilarang berada dalam satu motor sekaligus."
9. Kesedihan Pendeta Karena Jadi Korban Banjir
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pendeta mengungsi ke rumah seorang majelis karena rumahnya kebanjiran. Dia merasa sedih sekali saat bertemu anggota jemaatnya yang kebetulan rumahnya tidak kebanjiran.
Katanya kepada majelis teman sekerjanya di gereja:
"Coba pak, gimana saya tidak sedih dan pilu terhadap anggota jemaat saya,yang tega bilang gara-gara saya kebanjiran katanya saya "kurang iman !".
Majelisnya menimpali katanya: "Emang itulah kenyataannya pak, ibarat sudah jatuh... ketimpa tangga... ketiban cat... digigit anjing lagi !?"
10. 'Klaim' Pendeta Korban Banjir
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pendeta merasa berduka dan marah kepada Tuhan karena rumahnya kebanjiran, dalam suatu kebaktian minggu dia berdoa, katanya:
"Bapa yang empunya langit dan bumi, kami anakMu,waris dari kerajaanMu berdoa dalam Nama Tuhan Yesus, kami 'klaim' janji kebenaran firmanMu..."
Seorang pendeta senior dari gereja lain yang kebetulan hadir digereja itu, berguman:
"Pendeta ini tidak sopan... baru jadi pendeta saja sudah klaim kepada Tuhan... emangnya asuransi "
11. Penyebab Banjir di Kelapa Gading Jakarta
Category: Cerita Alkitabingah
Dua orang pendeta sedang bercanda dalam suatu pertemuan "Posko banjir" antar gereja. Kata pendeta GBI kepada rekannya pendeta dari GKI:
"Tahu nggak Boksu (pendeta), waktu kerusuhan Mei yang lalu, di Kelapa Gading tidak kesentuh kerusuhan sama sekali... tau nggak apa sebabnya, karena gua percikin minyak urapan " katanya sambil menyombongkan diri.
Lalu dengan becanda pula, pendeta GKI itu menimpalinya : "tapi gara-gara lu ngasih minyak urapannya kebanyakan sehingga Kelapa Gading kebanjiran"
12. Amplop Banjir
Category: Cerita Alkitabingah
Dalam sebuah Ibadah raya , pendeta sedang berkotbah mengenai perlunya membantu para korban banjir khususnya membantu saudara seiman para anggota jemaat di gerejanya, katanya :
"Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, sebagai rasa kepedulian kita terhadap anggota kita yang terkena musibah banjir, mulai minggu ini kita akan edarkan amplop khusus untuk korban banjir... namun dengan satu syarat... jangan melupakan amplop persembahan perpuluhan saudara....."
13. Pendeta Dilarang Membalas
Category: Cerita Alkitabingah
Pada suatu hari keluarga seorang Pendeta sedang berkendara untuk menghadiri suatu ibadah Natal. Maka dengan penuh sukacita Pak Pendeta bersama keluarganya menuju tempat yang tertera dalam undangan.
Sesampainya di tempat yang dituju ternyata halaman parkir telah dipenuhi oleh para undangan lain. Nampaknya ibadah ini cukup menarik minat banyak orang. Setelah berputar-putar, beruntung ternyata terdapat satu tempat parkir diantara mobil-mobil yang penuh sesak dan di sana sudah menunggu si tukang parkir.
Melihat mobil Pak Pendeta, dengan gesit tukang parkir memberikan tanda dan Pak Pendeta menghampirinya.
Setelah mengarahkan kendaraan ke tempat yang tersedia si tukang parkir dengan aba-abanya, "terus ... terus... kiri ... kiri ...."
Dengan dengan gesit Pak Pendeta mengikutinya. Tukang parkir terus mengarahkan, "balas ... balas ... balas...."
Dan tiba-tiba terdengar bunyi "DUK". Ternyata bemper mobil Pak Pendeta menyeruduk mobil lain. Dengan agak marah si tukang parkir menegor, "Bagaimana Bapak ini ... kan sudah saya arahkan balas ... balas ... malah terus saja."
Dengan tenang Pak Pendeta balas menjawab, "Dik ... saya ini Pendeta, harus mengasihi setiap orang dan dilarang membalas."
14. Mengucap Syukur Karena Pendeta Tidak Datang
Category: Cerita Alkitabingah
Dalam sebuah pertemuan keluarga, berlangsung hampir malam tiba dan mendekati makan malam, namun sang tuan rumah gusar karena tidak ada pendeta yang hadir.
Lalu ia mendekati MC dan katanya: "Maukah bapak pimpin doa ucapan syukur karena tidak ada pendeta yang datang?"
Lalu sang MC mengajak jemaat berdiri dan katanya: "Saudara sekalian mari kita mengucap syukur karena tidak ada pendeta yang datang"
15. Saat mengikuti Yesus, Petrus sudah menikah atau belum? Apa buktinya?
Category: Cerita Alkitabingah
Sudah. Dia punya ibu mertua.
16. Siapakah pakar matematika dalam Alkitab?
Category: Cerita Alkitabingah
Siapa lagi kalau bukan Musa? Bukankah dia yang menulis kitab bilangan?
17. Mengapa orang Mesir gagal dan akhirnya tenggelam ketika mereka mengejar bangsa Israel menyeberangi Laut Merah?
Category: Cerita Alkitabingah
Soalnya mereka tidak mau membayar tol, sih!
18. Apakah yang akan terjadi seandainya Musa melemparkan - bukan mengacungkan - tongkatnya ke Laut Merah?
Category: Cerita Alkitabingah
Ya, basah!
19. Mengapa menara Babel berdiri di tanah Sinear?
Category: Cerita Alkitabingah
Ya mana ada menara yang jongkok?
20. Apa yang membuktikan adanya babi di bahtera Nuh?
Category: Cerita Alkitabingah
Ham.
21. Berapa pasang binatang yang harus dimasukkan ke bahtera Nuh agar bahtera itu terisi?
Category: Cerita Alkitabingah
Satu ekor saja sudah cukup, kan?
22. Ayat yang Cocok Untuk Perkawinan
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang guru Sekolah Minggu menguji anak-anak kelas besar dengan hapalan ayat.
"Siapa yang bisa menyebutkan ayat yang sesuai untuk pembaptisan?"
"Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum," jawab seorang anak.
"Bagus. Nah, bagaimana kalau ayat untuk pengampunan?"
"Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga."
"Wah, ternyata kalian pintar-pintar. Coba sekarang, sebutkan ayat yang cocok untuk perkawinan!"
Ternyata kali ini tidak ada yang tahu. Namun, beberapa saat kemudian, seorang anak mengangkat tangan dengan malu-malu.
Ia pun mengucapkannya pelan-pelan, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
23. Di Gereja Tidak Boleh Berisik
Category: Cerita Alkitabingah
Sebelum mengakhiri kelasnya, guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya.
Guru : "Kenapa kalo di gereja kita tidak boleh berisik?"
Murid: "Karena di gereja ada yang lagi tidur."
24. Menyumbang Untuk Tempat Penampungan Anak
Category: Cerita Alkitabingah
Bu Endah sedang kecapekan dan depresi karena mengurus 4 orang anak majikannya yang masih kecil-kecil.
Tiba-tiba pintu rumah diketuk, dan ternyata ada Ibu Amal, seorang aktivis gereja. Dia datang membawa map sambil berkata,
"Sore Bu, maaf, begini nih, gereja kami kan sedang berencana membangun sebuah tempat penampungan anak-anak. Nah, barangkali ibu mau membantu menyumbangkan sesuatu untuk rumah penampungan tersebut...?"
"Oh ... ada!" kata Bu Endah dengan pandangan kesal,
"Saya mau menyumbang 2 anak laki-laki, 1 balita dan 1 bayi, atau paling tidak salah satunya."
25. Yang Mau Menikah Maju
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pendeta dijadwalkan akan memimpin upacara pemberkatan nikah setelah kebaktian Minggu.
Ketika kebaktian akhirnya selesai, ia pun akan memanggil pasangan yang akan dinikahkan itu. Namun, pak pendeta tersebut tiba-tiba lupa nama pasangan yang akan menikah itu, jadi ia pun berkata, "Yang mau menikah, tolong maju ke depan ...."
Dan segera, empat gadis, tiga janda, empat duda, dan enam pemuda berebut maju ke depan.
26. Jika Saja Imanmu Kuat
Category: Cerita Alkitabingah
Beberapa tahun yang lalu saya mendengar sebuah cerita yang saya harap akan menenangkan mereka yang merasa sering diejek dengan kalimat, "Jika saja imanmu kuat engkau tidak akan ...."
Waktu itu saya sedang mendengarkan seorang wanita menelepon seorang pendeta dalam sebuah siaran radio. Pendeta itu adalah seorang pria yang bijaksana. Suaranya yang lembut seakan bisa menghilangkan segala rasa takut. Wanita itu -- yang jelas terdengar sedang menangis -- berkata, "Pendeta, saya dilahirkan buta, dan saya sudah buta sepanjang hidup saya. Saya tidak keberatan menjadi buta tetapi ada beberapa teman saya yang mengatakan bahwa jika saja iman saya kuat maka saya akan bisa disembuhkan."
Pendeta itu bertanya kepadanya, "Apakah Anda selalu membawa tongkat penuntun Anda kemana pun Anda pergi?"
"Ya," jawab wanita itu.
Lalu pendeta itu mulai menasehati, "Jika mereka mengejekmu lagi dengan kata-kata seperti itu, pukullah mereka menggunakan tongkatmu itu dan katakan, 'Jika saja imanmu kuat, kamu pasti tidak akan merasa sakit!"
27. Bersosialisasi dengan Tetangga Belakang
Category: Cerita Alkitabingah
Pada suatu hari, seorang Pendeta mengunjungi seorang bapak tua yang tinggal di suatu tempat yang agak terpencil. Setelah berbincang-bincang sejenak, kemudian Pendeta tersebut bertanya, "Pak, saya mau pamit pulang, mungkin ada sesuatu yang perlu didoakan?"
"Tolong didoakan semoga saya tidak ada masalah dengan tetangga belakang".
"Baik, mari kita berdoa, Tuhan tolong Bapak ini, beri dia hikmat
supaya bisa bersosialisasi dengan baik dengan tetangga di belakang sana. Amin!"
Setelah itu Pendeta pamitan pulang. Begitu sampai di halaman luar Bapak itu berkata sambil menunjuk ke belakang, "Pak Pendeta, dibelakang saya tidak ada rumah, yang ada hanya kuburan!"
28. Guru Sekolah Minggu Tidak Mau Kalah
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang guru sekolah gereja akan bercerita. Ia memulai bercerita :
"Anak, anak, hari ini ibu punya cerita. Begini, Pada saat Tuhan Yesus akan datang ke Yerussalem, ada seorang bernama Pilatus yang hendak melihat kedatangan Tuhan Yesus. Tapi karena badannya pendek, maka ia hendak memanjat pohon."
Tiba-tiba, sekelompok anak-anak berkata,
"Ibu guru, bukan Pilatus tapi Zakheus...."
Anak-anak lainnya juga mulai menimpali. Ibu itu terkejut dan lalu mencari alasan.
"Anak-anak, ibu belum selesai. Nah, karena disitu Pilatus, maka Tuhan berbicara. Hai Pilatus, turunlah... Disitu bukan tempatmu tapi tempat Zakheus...!"
29. Nasihat Pendeta
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pemuda yang akan berangkat ke ladang misi pamit pada Pendetanya.
"Pa, minta doa. Besok saya akan pergi ke ladang misi," katanya.
"Pergilah, Nak. Hati-hatilah di negeri orang, kau harus pandai bergaul, supaya banyak menenangkan jiwa."
"Bagaimana resepnya, Pa?"
"Ya, jika kau bertemu dengan tukang tahu, bicaralah soal tahu. Jika bertemu dengan tukang lontong, bicaralah soal lontong, dan jika bertemu dengan tukang sayur, bicaralah soal sayur."
"Bagaimana, jika bertemu dengan ketiganya, Bapa?"
"Ya, bicara saja soal gado-gado, Nak.."
30. Tukang Santetnya Penggemar Spider-Man
Category: Cerita Alkitabingah
Ucok: "Kemarin saya melihat pelayanan pelepasan di Gereja, tapi saya jadi bingung sendiri!"
Ali: "Lho, kok kamu jadi bingung?"
Ucok: "Biasanya kalau seseorang disantet itu dari perutnya keluar paku, jarum, pecahan kaca, dan lain sebagainya, tapi kemarin dari perut orang itu keluarnya boneka-boneka Spider-Man dalam berbagai gaya."
Ali: "Wah, itu sih tukang santetnya penggemar Spider-Man!"
31. Berapa Yang Dipersembahkan
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang Pendeta Protestan, seorang Pastor Katolik, dan seorang Rabi Yahudi sedang ber-bincang² mengenai seberapa besar sebenarnya uang persembahan jemaat yang harus dipersembahkan untuk Tuhan. Dan berapa besar yang harus mereka pakai untuk keperluan mereka.
"Mula² kami menarik garis lurus di tanah. Kemudian semua uang kami hamburkan ke atas. Yang jatuh di sebelah kiri untuk Tuhan, dan yang jatuh di sebelah kanan untuk kami," kata Pendeta Protestan.
"Cara kami sedikit lain. Kami membuat lingkaran di tanah. Kemudian semua uang persembahan kami hamburkan ke atas. Yang jatuh di dalam lingkaran untuk Tuhan. Dan yang jatuh di luar lingkaran untuk kami," jelas Pastor Katolik
"Cara kami lain lagi. Kami tak perlu menarik garis atau membuat lingkaran di tanah. Semua uang persembahan kami hamburkan ke atas. Dan biarlah Tuhan menahan bagianNya, dan sisanya yang jatuh ke tanah untuk kami," kata Rabi Yahudi.
32. Ambillah ginjalku
Category: Cerita Alkitabingah
Ada seorang pendeta yang mengidap penyakit ginjal, dan menurut dokter umurnya tinggal sebulan lagi. Tapi penyakitnya itu dapat disembuhkan kalau ada sumbangan ginjal. Lalu, pada hari minggu pendeta itu berkotbah di sebuah gereja. Di sela-sela kotbahnya ia menceritakan tentang penyakitnya.
Pendeta : "Saudara sekalian...tentunya anda sekarang mengetahui penyakit saya ini... Tapi adakah di antara saudara yang mau menyumbangkan ginjalnya pada saya?" (Seluruh jemaat mengangkat tangannya)
Pendeta itu otomatis bingung siapa yang harus dia pilih, akhirnya....
Pendeta : "Kalau begitu kuta undi saja dengan bulu ini. Kalau bulu ini jatuh di kepala seseorang maka nantinya orang itu yang akan menyumbangkan ginjalnya pada saya!"
Pendeta melemparkan bulu itu. Dan terdengarlah para jemaat berkata,
"ambilah ginjalku, puhhhh... (suara orang meniup), ambilah ginjalku, puhhh..."
33. Kenapa tak lari?
Category: Cerita Alkitabingah
Iblis datang ke sebuah gereja. Semua orang, kecuali pendeta dan seorang petani, kabur.
"Aku tahu kenapa pendeta ini tidak kabur melihatku, karena ia merasa aman berada di rumah Tuhan," kata iblis. "Tapi, kau (menunjuk ke petani), kenapa kau tidak lari terbirit-birit seperti yang lain?"
"Lho, anda tidak mengenali saya? Saya kan sudah menikahi saudara perempuan anda selama 30 tahun!" sahut petani.
34. Ngomong pas pernikahan
Category: Cerita Alkitabingah
Dengan penuh kesigapan pendeta memimpin upacara pemberkatan pernikahan.
Sesuai dengan yang biasa tercantum dalam liturgi, pendeta itupun bertanya kepada hadirin yang mengikuti upacara itu.
"Apakah ada diantara saudara-saudara yang mengajukan keberatan terhadap pernikahan ini?"
Terdengar suara halus menjawab, "Ya, ada saya!"
Pendeta itu membalikkan wajahnya dan menegur dengan berbisik.
"Hei tutup mulutmu! Kamu khan pengantin prianya!"
35. Menghabiskan kacang
Category: Cerita Alkitabingah
Suatu ketika ada seorang pendeta yang sedang mengadakan kunjungan rutin ke jemaatnya. Kali ini dia berkunjung ke rumah seorang nenek yang sudah tua. Bapak pendeta ini melihat ada sebuah tempat makanan meja yang berisi kacang. "Apakah Anda tidak berkeberatan saya memakan kacang itu?", kata pak pendeta
"Oh, tidak apa-apa... makan saja," sahut si nenek.
Cerita punya cerita, tidak terasa satu jam berlalu. Kacang di tempat makanan itu sudah habis tak bersisa. Sambil sedikit malu pak pendeta ini berkata,
"Wah, maaf ya, saya tidak bermaksud untuk menghabiskannya, sebenarnya saya hanya ingin memakan sebagian saja," katanya.
Dengan santainya si nenek berkata, "Oh, tidak apa-apa, sejak saya kehilangan gigi-gigi saya, saya hanya bisa menghisap (baca: di-emut/menjilati) coklat yang ada di kacang-kacang itu"
36. Saya Ingin Belajar Dari Anda
Category: Cerita Alkitabingah
Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.
Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. "Saya seorang sopir bus," jawabnya, "dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang."
37. ngin Jadi Pendeta
Category: Cerita Alkitabingah
Sepulang dari gereja di hari Minggu, seorang anak laki-laki tiba-tiba mengatakan pada ibunya, "Ma... kalau sudah besar aku mau jadi pendeta saja ah."
"Boleh saja, Nak," kata ibunya, "tapi mengapa kamu tiba-tiba ingin jadi pendeta?" lanjut ibunya pengin tahu karena anak itu biasanya sangat nakal.
"Begini, Ma," kata si anak, "biar bagaimanapun, aku kan tetap saja harus ke gereja tiap Minggu, jadi kupikir akan lebih menyenangkan kalau bisa berdiri di mimbar dan berteriak-teriak daripada harus duduk dengan tenang dan mendengarkan saja."
38. Bergabung Menjadi Pasukan Allah
Category: Cerita Alkitabingah
Setelah Kebaktian usai, ada seorang Pendeta yang selalu berdiri di depan pintu keluar untuk menyalami seluruh umat yang hadir. Pendeta ini menyalami teman saya dan menariknya ke sudut gereja untuk berbicara dengannya. Pendeta ini berkata :
"Anda perlu bergabung dengan 'pasukan Allah', nak!"
Teman saya menjawab :
" Saya sudah bergabung dengan 'pasukan Allah', Pak."
Pendeta itu kemudian bertanya, "Tapi mengapa saya hanya melihatmu pada hari Natal dan Paskah saja?"
Teman saya itu kemudian berbisik, "Saya termasuk dalam agen rahasia!"
39. Ayah sedang mendoakannya
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pendeta menerima panggilan telepon dari kantor pusatnya.
Kantor Pusat : "Anda dipindahkan ke kota, ke sebuah lingkungan jemaat yang elite. Segera berikan jawaban ke pusat."
"Saya harus berdoa dan mempertimbangkan hal itu apakah sesuai atau tidak dengan kehendakNya. " sahut sang Pendeta dari tempat tinggalnya.
Beberapa saat kemudian telepon berdering kembali dan kali ini yang
menerima kebetulan anaknya.
"Apakah ayahmu ada di tempat?" kembali dari pusat bertanya.
"Ayah ada dan sedang berdoa. Sedang ibu sudah hampir siap mengemasi barang-barang kami," jawab si anak.
40. Apa lagi yang masih perlu didoakan
Category: Cerita Alkitabingah
Pada suatu hari di sebuah Gereja tampak seorang Pendeta sedang mengucapkan doa yang luar biasa panjangnya.
Pada akhir doanya sang Pendeta pun masih saja menanyakan kepada para jemaatnya :
"Apa lagi yang perlu saya panjatkan?"
"Amieennnn . . . ," terdengar jawaban serempak dari para jemaat semuanya yang hadir disitu.
41. Pendeta dan Singa
Category: Cerita Alkitabingah
Seorang pendeta baru saja selesai memberitakan injil di desa sebelah. Dalam perjalanan pulang, karena hari sudah hampir malam, ia pun nekat untuk mengambil jalan pintas, melewati hutan belantara.
Di tengah hutan, ia bertemu seekor Singa yang kelihatannya sangat lapar. Ia pun berlutut dan berdoa,
"Tuhan, tolong tutuplah mulut Singa ini, agar dia tidak bisa menerkam aku".
Ketika selesai berdoa, ia melihat sang Singa juga sedang berdoa. Sang Pendeta pun mengucap syukur,
"Oh, Tuhan, terima kasih. Kau telah memberiku seekor Singa yang baik". Sang Singa pun lalu berkata,
"Betulll !!!, aku adalah Singa yang baik. Aku selalu berdoa mengucap syukur sebelum menyantap makananku".
42, Sopir dan Pendeta
Category: Cerita Alkitabingah
Pada suatu hari pendeta dan seorang supir bus meninggal dunia.
Oleh seorang malaikat si supir dimasukkan ke surga sedangkan si pendeta dimasukkan ke neraka. Si pendeta tidak terima,katanya:
"Saudara malaikat, kenapa si supir itu dimasukkan ke surga sedangkan saya dimasukkan ke neraka ?"
Si malaikat menjawab: "Pada waktu kamu masih hidup dan berkotbah banyak yang hadir (jemaat) tertidur, sedangkan pada waktu si supir hidup dan mengendarai busnya, semua penumpang berdoa agar tidak terjadi kecelakaan, jadi si supir banyak membuat orang ingat akan Tuhan"
43. Bukan Kita Pencurinya
Category: Cerita Alkitabingah
Di suatu daerah perumahan di pinggir kota, tinggallah dua orang kakak beradik, umur 8 dan 10 tahun.
Kedua anak itu terkenal dengan kenakalannya yang luar biasa. Kalau ada sesuatu yang tidak beres terjadi di lingkungan tsb. pastilah karena ulah mereka. Orang tua kedua anak ini betul-betul sudah kuwalahan dan tidak sanggup lagi menangani mereka. Ketika mendengar ada seorang pendeta yang sering menangani kasus anak nakal, maka ibu ini segera berembug dengan suaminya supaya pendeta itu berbicara dengan kedua anak mereka. Suaminya langsung saja setuju:
"Cepat lakukan sebelum aku membunuh anak-anak bejat itu!"
Ibu itu segera pergi kepada pendeta dan menyatakan niatnya. Pak Pendeta setuju, tapi minta supaya ia bisa berbicara terlebih dahulu dengan anak yang berumur 8 tahun sendirian.
Maka dikirimlah anak itu kepada pak Pendeta.
Bertemulah mereka, pak Pendeta duduk di belakang meja yang sangat besar dan berhadapan dengan anak nakal itu. Selama 5 menit pertama mereka hanya duduk berhadapan dan saling menatap satu dengan yang lain. Tapi akhirnya, pendeta menunjuk dengan jari telunjuknya persis ke muka anak itu, dan bertanya:
"Di mana Tuhan?"
Anak itu melihat ke bawah meja, ke sudut ruangan, dan ke seluruh penjuru tempat, tetapi dengan diam seribu kata. Sekali lagi dengan suara keras pendeta menunjuk ke arah anak itu danbertanya:
"Di mana Tuhan?"
Lagi-lagi anak itu mencoba melihat ke seluruh ruangan dan tetap tidak erbicara apa-apa. Untuk ke tiga kalinya, dengan suara yang lebih keras dan tajam, pendeta menunjuk jari telunjuknya tepat di depan hidung anak itu, dan bertanya:
"Di mana Tuhan?"
Anak itu menjadi panik, lalu lari tunggang langgang pulang ke rumah. Ketika bertemu dengan kakaknya, ia cepat-cepat menarik kakaknya ke ruangatas, di tempat dimana mereka biasa merencanakan akal busuk mereka.
Akhirnya anak itu berkata: "Wah, celaka, Kak, kita ada dalam masalahbesar!"
Kakaknya bertanya: "Apa maksudmu kita ada dalam masalah besar?"
Anak itu menjawab: "Kayaknya Tuhan hilang, dan mereka pikir kitalah yang mencurinya...!"
Selasa, 22 Januari 2008
Humoralkitab
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
TIPS MERAWAT KEMAMPUAN KREATIVITAS OTAK
TIPS MERAWAT KEMAMPUAN KREATIVITAS OTAK
Sulit mengeluarkan ide segar saat meeting?
Sukar mencari cara efisien melakukan pekerjaan anda? Tidak mampu melihat cara lain dari penyelesaian masalah praktis?
Keadaan diatas boleh jadi merupakan tanda-tanda benak anda membutuhkan ’makanan baru’. Rutinitas pekerjaan, tekanan produksi dan tenggat waktu yang ketat seringkali membuat kita melupakan kesempatan me-recharge baterai alami sekaligus prosesor komputer tercanggih yang kita miliki:otak.
Kebiasaan beraktivitas, pola makan dan teman-teman gaul anda,perlu diperiksa lagi agar kecanggihan mesin ajaib di tubuh kita ini dalam keadaan terawat. Kebiasaan lama ibarat jalan tol sepanjang 100 km menuju tujuan yang dilalui ribuan kendaraan. Namun aktivitas baru dapat dianalogikan dengan jalan setapak sangat mungkin berjarak 50 km ke lokasi yang anda tuju. Jadi mendengar musik yang itu-itu saja dan membaca suratkabar yang sama setiap hari membuat anda merasa jalan tol ini adalah rute paling ’dekat’ menuju tujuan anda.
Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu lebih cepat membangun dan menemukan ’jalan setapak’ baru yang lebih singkat:
1. Baca majalah/ suratkabar/ buku dengan topik yang belum anda kenali sebelumnya. Informasi yang sama sekali baru, adalah bahan bakar dari proses kreatif Anda.
2. Ikuti kelas-kelas keterampilan baru seperti: kursus fotografi, keterampilan menulis kreatif, kursus mematung, kursus menggambar atau kursus menari india. Aktivitas motorik yang sama sekali baru dapat memberi perspektif baru dalam kegiatan sehari-hari yang anda jalani.
3. Hasilkan sesuatu: artikel, tulisan, gambar, sketsa dan lukisan. Anda dapat juga membuat contekan, berupa simbol-simbol dari aluran pekerjaan Anda. Coretan berupa simbol dapat membantu anda berpikit secara simbolis dan visual. Bila anda terbiasa dengan berpikir dengan kata-kata, berpikir dengan gambar, akan memudahkan melahirkan ide baru. Perasaan produktif juga dapat memacu Anda untuk menghasilkan hal lain lagi.
4. Lakukan olahraga ritmis dan bersifat aerobik secara teratur. Berenang, jogging dan jalan cepat bermanfaat jika kita sedang tersendat saat berpikir suatu masalah. Aktivitas repetitis semacam ini memudahkan kegiatan berpikir di bawah sadar ’meloncat keluar’.
5. Nikmati musik. Dengarkan lagu-lagu dari jenis musik yang berbeda dari yang biasa Anda dengar. Ingin melalukan aktivitas mental yang lebih rumit? Belajar untuk memainkan instumen baru.
6. Memasak. Ini serius? Mengolah makanan yang mentah menjadi sajian yang matang dan menggoda dengan seluruh proses prosedur memasak melibatkan seluruh otak anda. Jika ingin sekalian menikmati, jangan lupakan kerang, ikan laut. Makan berprotein tinggi adalah amunisi andalan bagi otak anda.
7. Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru. Membangun hubungan dengan orang baru menambah persepsi baru tentang hidup dan kehidupan. Pelajari cara orang lain memandang masalah dan menyelesaikannya.
8. Lalui rute baru diperjalanan anda. Secara aktif mencari jalur alternatif baru selain menambah peluang menghindari kemacetan juga dapat melatih kemampaun keruangan dan daya ingat.
Jadi jangan biarkan sel-sel otak Anda diam sehingga lam-kelamaan menyusut. Rawat dan kembangkan kemampuan Anda agar benda ajaib ini dapat berproduksi optimal.
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
BERJUANG UNTUK TENANG DAN MENANG
BERJUANG UNTUK TENANG DAN MENANG
Pernahkah Anda menjumpai angin puyuh yang berputar membentuk kerucut dan menerbangkan semua yang dilanda angin tersebut? Seorang analis gerak angin melakukan penelitian terhadap angin puyuh dan didapatinya hasil yang mengejutkan. Ia menemukan bahwa di pusat angin puyuh itu terdapat satu ruang hampa yang begitu tenang tanpa udara. Hasil penelitian ini mengingatkan saya pada peristiwa angin ribut yang melanda Yesus dengan para murid-Nya tatkala mereka sedang berada di perahu. Pada saat itu dikisahkan bagaimana Yesus tetap tenang dalam keadaan yang sedemikian dahsyat dan berkecamuk.
Dunia yang sungsang di mana kita berada adalah dunia yang sedang berkecamuk. Dunia terus berputar tak henti untuk memporak porandakan dan mengombang ambingkan orang-orang Kristen yang ada di dalamnya. Pemorakporandaan yang lebih berbahaya adalah pemorakporandaan ajaran-ajaran yang ada di dunia yang tanpa sadar dianut oleh manusia-manusia Kristen masa kini yang terlalu sibuk dengan pelayanan tetapi lupa mengawasi dirinya sendiri. Lalu bagaimana kita mengatasi hal ini?
PERJUANGAN YANG BIASA DILAKUKAN: MENYERANG ATAU BERENANG
Dalam mengatasi hal ini, sebagian orang ada yang melakukan tindakan mengkritik, menyerang dan menolak mentah-mentah semua hal baru yang muncul di dunia yang sungsang ini tanpa mempelajari dan mengenalnya terlebih dulu. Sebagian lagi justru bertindak kompromistis dan menerima bulat-bulat segala hal tersebut tanpa bertanya lebih dulu dan terus berenang mengikuti arus zaman dan takut dibilang ketinggalan zaman. Kedua tindakan ini sebenarnya adalah tindakan ekstrim yang tidak dapat menyelesaikan masalah. Namun demikian, tindakan ini masih suka dilakukan oleh banyak orang percaya.
PERJUANGAN YANG PERLU DILAKUKAN: BELAJAR TENANG DAN MENANG
Lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh para pelayan Tuhan untuk mengatasi hal ini? Saya ingat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus kepada para pengikut-Nya dalam Matius 11:28-29: “marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu, pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan, sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan.†Sebenarnya pesan apakah yang Yesus sedang sampaikan kepada para pengikut-Nya itu?
Yesus sebenarnya sedang meresponi orang-orang yang pada waktu itu begitu kuat berjuang untuk mempertahankan ajaran-ajaran dari hukum Taurat yang ditafsirkan dan diberlakukan secara salah. Para guru-guru Taurat memerangi kesungsangan ajaran waktu itu dengan menggunakan ajaran mereka untuk menyerang. Mereka lebih berpegang pada ajaran-ajarang tertulis yang mati. Undangan Yesus ini justru mengatakan kepada mereka untuk datang kepada pribadi Yesus melampaui ajaran-ajaran-Nya. Dan apakah yang ditemukan di dalam pribadi Yesus dan apakah yang Yesus mau para pelayan-Nya lakukan setelah datang kepada Yesus? Inti dari panggilan ini adalah panggilan untuk menjadi seorang pembelajar Yesus, yang mau datang, berjuang dan belajar menjadi tenang dan menang. Apa saja yang dilakukan dalam menjadi pembelajar Yesus?
Pertama, datang dan berteduh kepada Yesus yang memberi ketenangan. Arti kelegaan di sini adalah suatu ketenangan yang berupa istirahat dan berteduh di bawah suaka sayap Tuhan yang ajaib. Hal ini memberikan satu perspektif baru di mana seorang pelayan Tuhan itu belajar dilayani selain melayani, belajar berteduh selain menjadi tempat perteduhan bagi orang lain dan belajar menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan selain dia betul-betul melayani.
Kedua, memikul kuk yang Yesus pasang. Artinya adalah belajar memilah dan membedakan antara beban yang dipasang oleh dunia ini dan beban yang dipasang oleh Yesus. Hal ini memberikan perspektif tentang beban-beban pelayanan yang selama ini dianggap sebagai satu modal agar orang melayani dengan baik. Kadangkala keterbebanan yang dimiliki seseorang untuk melayani sebenarnya bukan beban yang Tuhan letakkan di bahunya, tetapi lebih beban yang ia letakkan sendiri di bahunya sendiri, menyerupai ambisi, kepentingan atau cita-cita pribadi untuk perluasan kerajaan diri sendiri.
Ketiga, belajar pada karakter Yesus. Hal inilah yang terpenting tetapi paling sering dilalaikan para pelayan Tuhan, yaitu bahwa tujuan seorang percaya dalam hidup ini adalah untuk menjadi serupa seperti Kristus dan bukan sekadar bersibuk-sibuk melayani. Ada banyak pelayan Tuhan yang terampil dalam mengembangkan karunia-karunianya tetapi lalai mengembangkan karakter dirinya yang serupa Kristus. Banyak pelayan Tuhan yang lebih suka menjadi Marta tanpa menjadi Maria, lebih suka bersibuk diri membuat program bagi pertumbuhan orang lain tetapi lupa membuat program bagi pertumbuhan dirinya sendiri.
Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa hal yang perlu dilakukan dalam menerobos dunia yang sungsang ini bermula dari karakter seorang murid dalam diri sendiri, yaitu karakter seorang yang rela untuk diajar (teachable), rela untuk berubah (flexible) dan rela untuk merendahkan hati (humble) seperti Kristus. Berilah dirimu sendiri dimenangkan oleh Tuhan sebelum Anda pergi memenangkan jiwa bagi Tuhan. Selamat berjuang untuk tetap tenang dan menang di dalam dunia yang sungsang!
Author : Nicholas Kurniawan
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Kita berarti bagi Tuhan
Kita berarti bagi Tuhan
Kita sangatlah berharga bagi Tuhan, Dia tidak pernah memandang bagaimana rupa kita, bagaimana keadaan kita, Dia tidak pernah membeda-bedakan siapa kita, bahkan sejelek-jeleknya kita, atau sebejat-bejat kita, Tuhan selalu menempatkan kita di jauh lubuk hati-Nya yang paling dalam sebagai sesuatu yang sangat berharga, kita dijadikan sebagai biji mata-Nya. Tentulah Tuhan akan selalu menjaga, memelihara dan menyertai kita dengan kasih-Nya yang sedemikian besar. Kita Sungguh Berharga (We Are So Precious)
"Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang." (Mat 18:12-14)
Waktu kecil saya pernah memiliki sebuah jam tangan yang sangat berharga. Ketika sedang bermain sepak bola di lapangan rumput di sekolah dasar, secara tidak sadar jam tangan saya jatuh entah dimana. Ketika sadar kalau jam tangan yang selama itu melingkar di pergelangan tangan saya tiba-tiba hilang, saya langsung panik dan mengatakan hal itu kepada teman-teman yang saat itu sedang bermain sepak bola bersama. Dan saking kompaknya teman-teman membantu saya mencari jam tangan tersebut di lapangan rumput, namun sayang meski telah dicari secara bersama-sama tapi jam tangan tersebut tetap saja tidak dapat ditemukan. Waktu itu hati saya sangat sedih sekali karena telah kehilangan salah satu benda yang menurut saya sangat berharga, bukan karena mahal harganya tapi karena itu adalah sebuah hadiah ulang tahun yang diberikan oleh orang tua saya. Meski orang tua saya mampu membelikan sebuah jam tangan yang baru, tetap saja tidak dapat mengubah rasa sedih saya.
Bagaimanakah aksi dan reaksi seseorang jika salah satu benda yang dimilikinya hilang? Sedih atau biasa-biasa saja? Tergantung dari seberapa berharganya barang yang hilang tersebut. Jika barang yang hilang tersebut tidak cukup berharga di mata kita, maka reaksi kita tidak akan merasa sedih, malah kita akan berkata, “kalau hilang, ya sudah! Dicari juga ngak akan ketemu, daripada menghabiskan waktu lebih baik beli yang baru.†Tapi jikalau barang tersebut sangat berharga, tentu kita akan mati-matian mencarinya sampai dapat ditemukan kembali, mungkin tidak hanya waktu saja dikorbankan tapi juga tenaga, pikiran dan emosi kita korbankan demi menemukan kembali barang tersebut.
Bagaimana dengan kehidupan kita? Seberapa berharganya-kah kita di mata Tuhan? Jika dibandingkan dengan segala isi yang ada didunia dan seluruh jagad raya ini tentu kita tidak ada apa-apanya. Namun dimata Tuhan kita sangatlah berharga, jauh melebihi dari apa yang ada di dunia dan seluruh semesta alam ini.
Tuhan sendiri meng-umpamakan sebagai seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba, dan ketika ada seekor diantaranya hilang / sesat, Dia akan pergi mencari seekor yang sesat itu sampai ditemukan kembali dan saat domba tersebut ditemukan Ia akan sangat bersukacita. Domba yang sesat itu adalah kita! Dan karena sangat berharganya kita, Ia rela berkorban untuk menemukan dan menyelamatkan kita.
Author : David Januar Lie
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
PENDETAKU SEPERTI SUPERMAN !!!
PENDETAKU SEPERTI SUPERMAN !!!
(Yohanes 1:6-8)
Pendeta atau Hamba Tuhan (Chuan Tao atau Boksu), demikian sebutan yang sering kita tujukan buat seseorang yang dipanggil untuk melayani purnah waktu. Sebagai orang Kristen yang lahir baru, pastilah kita menghormati dan menghargai mereka. Pendeta tidak hanya dituntut berkhotbah, tetapi juga harus melayani kebutuhan dan masalah jemaat, serta tugas-tugas administrasi gereja yang sangat menguras banyak tenaga dan pikirannya, sehingga kadang kala terjadi kelelahan fisik dan ketegangan syaraf yang dapat mengakibatkan hubungan dengan jemaat kurang harmonis. Bahkan hubungan dengan isteri dan anak-anak juga demikian.
   Bila ada salah paham dan perbedaan pendapat karena pertimbangan yang benar dan jujur- secara khusus dengan jemaat yang disegani, ia merasa tekanan atas posisinya semakin terjepit. Ketidakmampuan menyenangkan setiap orang yang paling dikasihinya, dan kekecewaan karena ditentang oleh mereka yang diharapkan menjadi tempat bersandar dan memberi dukungan moral, membuat seorang pendeta hampir menyerah karena putus asa. Keterbatasannya untuk membela seorang jemaat yang mengangap diri benar kadang kala juga membuat jemaat menjadi kurang respek terhadap hamba Tuhan tersebut.
   Rekan kerja yang saling menyikut, saling iri, membuat pendeta menjadi kurang betah di tempat pelayanannya. Perhatian dan pengertian jemaat yang kurang juga sering membuat pendeta merasa gelisah dan ingin secepatnya pindah ladang. Biasanya dengan berbagai alasan yang nadanya cukup rohani: misalnya: "Rasanya tempat ini bukan tempat pelayanan kami untuk seterusnya", "Saya terpanggil untuk melayani di kota anu" atau dengan alasan " Ingin studi lanjut", "beban saya ke gereja anu"
   Sangat sedih untuk diungkapkan, dibanyak gereja, seorang pendeta kelihatannya selalu tidak dapat melakukan segala sesuatu dengan benar. Jemaat biasanya tidak pernah peduli betapa sungguh-sungguh atau kerasnya pendeta itu telah berjuang dan berusaha, namun ada saja orang yang mencari kesalahan dan mengkritik sesuka-hatinya.
   Seseorang menggambarkan pendeta demikian:
* Jika ia kurus, ia dianggap kurang Gizi atau Vitamin, namun jika ia gemuk ia dianggap pemboros Sembako.
* Jika ia berusia muda, ia dianggap kurang berpengalaman; namun jika rambutnya telah memutih, ia dianggap terlalu tua bagi kaum muda.
* Jika ia dikaruniai lima atau enam anak, ia dianggap tidak tahu diri; namun jika ia tidak punya anak, ia dianggap memberi teladan yang buruk.
* Jika ia berkhotbah dengan catatan, maka dicap kurang persiapan namun jika ia tidak memakai catatan ia dianggap tidak persiapan.
* Jika ia melayani orang-orang miskin di gereja, ia dianggap pamer; namun jika ia menaruh perhatian pada orang kaya, ia dianggap berusaha menjadi seorang aristokrat.
* Jika ia memakai terlalu banyak Ilustrasi dalam khotbahnya, ia dianggap mengabaikan Alkitab; namun jika ia tidak memasukkan kisah nyata dalam khotbahnya, maka jemaat akan bingung dan tidak mengerti.
* Jikalau khotbahnya terlalu pendek, ia dianggap kurang menggali firmanTuhan, namun kalau khotbahnya terlalu panjang maka disebut film India.
* Jika ia mencela kesalahan, ia dianggap cepat marah; namun jika ia tidak berkhotbah menentang dosa, ia dianggap kompromi.
* Jika ia mengkhotbahkan kebenaran, ia dianggap terlalu menyerang; namun jika ia tidak menyampaikan "Seluruh Kebenaran Allah", ia dianggap munafik.
* Jika ia gagal menyenangkan hati setiap orang ia dianggap melukai gereja dan harus pergi, namun jika ia membuat semua orang bahagia, ia dianggap tidak berpendirian.
* Jika ia mengendarai mobil tua, ia dianggap mempermalukan jemaat; namun jika ia membeli mobil baru, ia dianggap menunjukkan kecintaannya pada harta dunia.
* Jika ia terus menerus berkhotbah maka jemaat akan bosan mendengarnya, namun jika ia mengundang pembicara tamu, ia dianggap menghindari tanggung jawab.
* Jika ia menerima gaji yang besar, ia dianggap mata duitan; namun jika ia mendapat gaji yang kecil, mereka mengatakan bahwa ia memang layak mendapat segitu; soalnya persembahan di gereja kita belum bertambah.
   Penggambaran di atas memang agak berlebihan, tetapi ungkapan ini benar-benar telah terjadi di banyak tempat. Saya berharap di gereja anda masalah ini tidak ada. Nah inilah sekilas liku-liku kehidupan seorang pendeta, dan anggota jemaat perlu mengetahuinya hal ini.
   Rasul Yohanes menulis :
   Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes, ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.(Yohanes 1:6-8). Ada tiga hal yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas mengenai Yohanes Pembaptis sebagai seorang hamba Tuhan atau pendeta. Lalu bagaimana degan Pendetaku? Mari kita lihat bersama-sama :
  Â
   I. Pendetaku itu manusia biasa
   Pertama kita diberitahu bahwa "datanglah seorang." Ia seorang manusia, yang memiliki kelemahan dan keterbatasan seperti halnya orang lain. Yohanes Pembaptis bukan malaikat; ia bukan ciptaan Tuhan yang secara khusus yang adikodrati; ia bukan duta dengan tubuh seperti "Super Man atau Hercules. Tetapi ia manusia biasa seperti kita ini, percis sama seperti anda dan saya.
  Â
   Yohanes Pembaptis tampil sangat sederhana, ia memakai jubah bulu Unta dan ikat pinggang dari kulit. Suatu busana yang pada zamannya termasuk busana yang kasar dan dipakai oleh masyarakat bawahan atau orang-orang miskin. Ia benar-benar orang biasa.
  Â
   Jikalau jemaat gereja bisa mempunyai masalah, hamba Tuhan juga. Jikalau jemaat merasa menderita akibat krisis moneter, harga beras tembus naik, minyak goreng, belum lagi kebutuhan-kebutuhan lain., maka pendeta juga bisa merasakan demikian. Masalahnya adalah seberapa besar penyerahan kita kepada Tuhan, ia akan menjadi kuat jikalau penyerahannya kepada Tuhan juga secara menyeluruh. Yohanes mengatakan ia manusia biasa yang dipercayakan pekerjaan yang luar biasa.
   Terhadap manusia biasa ini ia dituntut hal-hal yang sungguh luar biasa; misalnya: pendeta diharapkan memiliki diri seperti “Manusia super†atau “Super Man “ yakni :
   -Ia harus seorang yang pandai berbicara
   -Ia harus seorang yang mengerti bahasa Inggris, supaya ketika mempersiapkan khotbah banyak "teks book" yang bisa dia baca.
   -Ia harus seorang yang mengerti Mandarin, terutama mereka yang melayani di gereja berbahasa Mandarin.
   -Ia harus fasih berbicara dalam bahasa Indonesia supaya kaum muda dapat merasa tertarik dan mengerti khotbahnya.
   -Ia harus seorang yang mendalami Alkitab dengan sungguh-sungguh.
   -Ia harus seorang penginjil yang penuh semangat
   -Ia harus seorang penginjil yang penuh kasih
   -Ia harus memiliki kebijaksanaan seperti Raja Salomo
   -Ia harus memiliki kepribadian yang menarik dan dan enak dipandang, supaya kalau khotbahnya membuat ngantuk, jemaat masih terhibur melihat kecantikan dan ketampanan hamba Tuhannya.
   -Ia harus seorang usahawan yang cerdik dan administrator yang efektif dan efisien.
   -Ia harus seorang ahli strategi ekonomi, supaya dengan dana seminim mungkin dapat melaksanakan proyek-proyek sebesar mungkin.
   -Ia harus seorang yang kreatif dan orisinal.
   -Ia harus seorang yang tegas, disiplin, tetapi juga sekaligus harus elastis seperti karet
   Daftar ini masih bisa kita perpanjang. Sungguh malang nasib pendeta, ia selalu gagal memenuhi keinginan dan tuntutan jemaat. Itulah sebabnya tidaklah heran banyak jemaat yang menggurutu demikian:
   "Oh, pendeta kami khotbahnya sangat bagus, tetapi panjangnya bukan main"
   "Oh, pendeta. kami cocok buat kaum usiawan, tetapi buat kaum muda tidak"
   "Oh, pendeta kami pelayanannya sih bagus, cuma sayang isterinya.........."
  Â
   Dalam sebuah artikel yang berjudul "Kualifikasi Seorang Pendeta yang Baik" di situ digariskan berbagai tuntutan yang kadang kala tidak masuk akal untuk pundak seorang pendeta.
Seorang pendeta yang baik harus memiki:
   Kekuatan seekor Rubah,
   Kegigihan seekor Buldog,
   Keberanian seekor Singa,
   Kebijaksanaan seekor Burung hantu,
   Ketulusan seekor Merpati,
   Kelembutan seekor Domba,
   Kecerdikan seekor Bunglon,
   Pandangan seekor Rajawali,
   kulit seekor kuda Nil,
   Lompatan seekor Kanguru,
   Perut seekor Kuda,
   Watak seorang Malaikat,
   Kesetiaan seorang Rasul,
   Kepatuhan seorang Nabi,
   Kelemah-lembutan seorang Gembala,
   Semangat seorang Penginjil,
   Pegabdian seorang Ibu,
   dan jikalau semua tuntutan ini telah dipenuhi pun ia masih tidak dapat menyenangkan hati setiap orang.
   Pasti ada juga yang berkata, "Oh dia baik, tetapi................." (ekor-ekornya negatif). Pendeta tidak mungkin pandai dalam segala hal, ia pernah gagal dan memiliki kekurangan. Namun Allah merasa pas memakai seorang manusia. Dengan demikian, marilah kita berdoa buat para pendeta., bukan selalu mengritiknya. Namun, jikalau anda tidak dapat menahan diri melihat kesalahannya dan anda harus berbicara pada orang lain, ungkapkanlah hal itu semua kepada Allah. Jika hari ini di dunia ada orang yang sangat butuh dukungan doa dari jemaat, maka orang itu adalah pendeta. Sudahkah kita berdoa untuknya?? (1 Tesalonika 2:25 "Saudara-saudara, doakanlah kami")
II. Pendetaku utusan dari Allah
   Empat ratus tahun semenjak jaman Nabi Maleakhi, Allah sudah bungkam terhadap umat-Nya. Suara kenabian tidak terdengar lagi, dan kini suara itu muncul kembali melalui diri Yohanes Pembaptis. Ia seorang manusia biasa yang diutus oleh Allah. Ia mempunyai otoritas penuh dari Allah. Itulah sebabnya ia menyampaikan khotbahnya dengan penuh keberanian.
   Pada waktu itu tampillah Yohanes pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat" (Matius 3:1). Ia seorang pengkhotbah yang keras, namun tidak kaku. Selain itu ia adalah utusan Allah yang dengan berani pernah menegor raja Herodes dengan segala konsekwensinya, yakni di penjara dan akhirnya mati dengan kepala dipenggal. (lihat Lukas 3:19-20). Inilah Yohanes sang utusan itu, disebut pembaptis karena ia membaptis orang-orang yang percaya termasuk Tuhan Yesus.
   Jika hamba Tuhan hanya dilihat dari segi manusianya maka orang-orang akan mengatakan "Karena hamba Tuhan di gereja saya adalah manusia seperti saya dan mudah melakukan kesalahan dan terjebak dalam perangkap, mengapa saya harus mendengar perkataannya, ia tidak lebih baik dari saya." Namun karena ia seorang manusia, dan fakta menyatakan bahwa mereka mengemban panggilan yang murni adalah orang-orang utusan Allah. Oleh sebab itu mereka layak mendapat mendapat hormat dari kita semua- sekali lagi bukan karena mereka lebih baik, lebih rohani, lebih suci atau lebih dari segalanya, tetapi karena panggilan ilahi yang mereka terima.
   Sekarang timbul pertanyaan yang demikian, bagaimana kita memperlakukan hamba Tuhan di gereja minggu ini, jika kita sudah tahu ia adalah Utusan Allah? Apakah konsep kita masih seperti sebelumnya? Apakah anda masih perlu mengkritik khotbahnya untuk menjatuhkannya? Apakah anda masih berusaha mencari kesalahan Tata-bahasanya? Jika saja anggota gereja menyadari bahwa pendeta, di samping kelemahannya, ia juga adalah seorang "utusan Allah", maka saya yakin kritik-kritik picik yang tidak ada arti tidak perlu dilontarkan lagi.
   Mungkin anda berkata, jikalau pendetanya tidak bijaksana bagaimana? Omongannya sering kacau dan beberapa perangainya membuat sakit hati? Ia tidak berpihak kepada saya? Lalu saya akan menjawabnya, saya kenal baik pendeta anda. Beliau pasti alumni sebuah Seminari, walaupun mungkin bukan satu Almamater, ia seperti saya-seorang manusia; penuh dengan segala keterbatasan dan kelemahan. Tetapi ia murni seorang pelayan Kristus, maka seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis; ia adalah seorang yang diutus Allah, dan "Jabatan" khususnya menuntut rasa hormat kita. Saya tidak mengatakan kita harus menyembah atau menempatkannya di atas panggung seperti dewa, tetapi marilah kita menghormatinya karena panggilan-Nya. Seorang dosen saya pernah mengatakan demikian, "Jikalau pada hari biasa para ibu-ibu masak Bakso, tetapi hari Minggu mereka masak boksu (pendeta)." Maksudnya hari biasanya masak “Bakso†asli untuk dimakan, maka hari minggu “Boksuâ€Â (pendeta) dikritik habis-habisan.
   Dalam Roma 10 Rasul Paulus memberi komentar tentang mereka yang mengkhotbahkan Injil: “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" (ayat 14-15).
   Walaupun pendeta sebagai manusia sejati yang diutus Allah, namun haruslah diperlakukan dengan hormat. Memang ada saat-saat tertentu kehidupan mereka tidak konsisten dengan ajaran kitab Suci. Namun sekalipun demikian, tidak pantas jemaat yang terlibat dalam perang melawan pendetamu, saya yakin Tuhan kita itu hidup, IA yang akan memperhitungkan dengannnya.
   Dalam 1 Samuel 26, kita membaca tentang Daud saat ia menyelamatkan nyawa raja Saul. Contoh ini menunjukkan bahwa kita harus hati-hati jika berhubungan dengan orang yang dipilih Allah untuk suatu posisi dan tanggung-jawab. Kisah Perjanjian Lama ini memberikan contoh tokoh Daud yang sebenarnya mempunyai kesempatan membunuh Saul tetapi ia tidak melakukannya karena dia tahu bahwa Saul adalah orang yang diurapi Tuhan. Daud begitu menghargai orang yang yang dipilih Tuhan, walaupun ia tidak setuju degan sikapnya. Pertanyaannya sekarang, apakah kita juga seperti itu?
  Â
   III. Pendetaku diutus Allah untuk memberi kesaksian
   Yohanes Pembaptis mengatakan ia adalah manusia biasa, utusan Tuhan yang bertugas memberitakan Injil yaitu tentang “Terang†itu. Bagi Yohanes tidak ada hal yang perlu disombongkan di dalam dirinya, walaupun sebenarnya secara umur ia lebih senior dari Tuhan Yesus; bahkan Yesus sendiripun dibaptis olehnya. Ia sendiri bukan “Terangâ€, tetapi ia sendiri hanya merupakan alat yang mau dipakai Tuhan. Demikian juga dengan tugas seorang pendeta itu bukan tugas biasa, seperti tugas kantor, dosen, pengusaha dan lainnya, tetapi ia mengemban suatu tugas ilahi. Itu sebabnya Yohanes tidak merasa sombong kalau pelayanannya berhasil, bahkan murid-muridnya dengan suka-rela diserahkan pada Tuhan Yesus (lihat Yohanes 1:36-37)
   Pekerjaan Yohanes Pembaptis adalah satu yakni meberitakan Terang, itu merupakan prioritas utama pelayanannya. Pendeta masa kini mestinya juga demikian, prioritas utama mereka sebenarnya memberitakan injil. Itu sebabnya jangan terlalu membebani mereka dengan pekerjaan pelayanan lain yang seharusnya dapat dikerjakan oleh jemaat sendiri tanapa harus masuk ke Seminari.
   Mungkin firman Tuhan yang dibawakannya kurang menarik, atau membuat ngantuk (seperti tulisan ini), tetapi semua ini bukan menjadi bahan perbincangan dan kritik jemaat. Betapa sering saya mendengar ada orang berkata "Saya tidak mengerti mengapa anak-anak saya memiliki perhatian yang sangat kurang terhadap terhadap gereja? Saat masih remaja dan pemuda mereka sudah tidak ke gereja lagi? Mengapa suamiku kalau diajak ke gereja tidak pernah mau? Apakah hal ini terlalu mengherankan bagi kita? Tentu tidak! Mengapa? Sebab setiap hari, mereka mendengar omelan dan cacian anda terhadap pendeta anda. Khotbahnya jelek, terlalu panjang, dasinya miring, jasnya tidak pernah ditukar, isterinya cerewat, anaknya bandel susah diatur, kurang memperhatikan jemaat dan sebagainya, semuanya diceritakan sebagai suatu humor dan tertawaan dan menjadi bahan gossip. Dan kemudian mereka sangat terkejut tatkala suatu saat anak-anaknya menunjukkan rasa kurang hormat dan tidak simpati terhadap pendeta maupun Gereja. Semua ini karena mereka terlalu banyak mendengar yang negatif tentang pendeta dan gereja..
   Itu sebabnya ingatlah baik-baik, jika hari ini anda memiliki anak yang masih kecil atau remaja, hati-hatilah agar tidak mengeritik pendeta dihadapan mereka atau tidak sama sekali, tugas anda sebagai orang tua untuk menanamkan rasa hormat kepada mereka dan gereja bukan menanamkan rasa kurang ajar.
   Saya percaya, apapun tugas pelayanan di gereja, bila dijadwalkan kepada para pendeta, pasti ia akan mengerjakannya. Tetapi hati-hati, jangan sampai ia menjadi pesuruh gereja anda , menjadi supir gereja, menjadi petugas kebersihan gereja, mengurus keuangan, mengurus seluruh administrasi gereja, dan terlibat dalam berbagai panitia, ikut menghadiri semua persekutuan (wanita, dewasa, pemuda dan Kebaktian Rumah Tangga). Memang, semua ini tidak salah, namun anda akan berdosa bila akibat segala kegiatan ini, pendeta anda tidak sempat berdoa secara pribadi dan mempersiapkan khotbah dengan baik.
   Oleh karena itu wahai jemaat sekalian yang baik, janganlah anda menolak apabila diminta melakukan pelayanan, selama anda masih punya waktu maupun bakat dan tidak melalaikan keluarga, lakukanlah pelayanan itu. Jangan lagi anda mengatakan "Biarlah pendeta sendiri yang melakukannya, bukankah itu tugasnya?". sebaliknya, bantulah manusia "Utusan Allah" itu supaya ia lebih leluasa memberitakan Terang Injil itu. Anda berdosa besar bila menekan dan mengancam para pendeta sehingga ia meninggalkan panggilan pelayannya.
   Saya kenal seorang pendeta, selain dia memang sebagai pelayan Tuhan ia juga diberikan talenta yang cukup banyak, ia bisa musik, komputer, alat-alat elektronik, mesin dan sebagainya. Suatu hari dalam rapat majelis, salah seorang mengusulkan supaya gereja mengundang seorang sopir untuk melayani tugas-tugas pengantaran di gereja. Namun tanpa diduga seorang majelis yang lain mengatakan demikian :"Kan pendeta kita juga bisa membawa kenderaan, kita tidak perlu sopir lagi, selama ini mereka bisa diantar jemput oleh pendeta." Emangnya pendetanya merangkap sopir taksi? Jikalau tugas ini juga dilimpahkan kepada pendeta anda, jangan salahkan dia jika khotbahnya setiap minggu tanpa persiapan sebab sibuk sekali, rohaninyamundur, gereja kurang maju; tugasnya yang utama telah beralih kepada tugas yang lain.
   Sebagai penutup saya ingin mengulangi tanggung jawab kita sebagai jemaat terhadap pendeta:
   1. Pendeta seorang manusia, ia membutuhkan doa anda
   2. Pendeta sebagai manusia yang diutus Allah, ia layak mendapat hormat anda.
   3. Pendeta seorang manusia yang diutus Allah untuk memberikan kesaksian tentang Terang itu, ia butuh dan layak mendapat pertolongan anda.
   Sudahkah anda melakukannya? Amin
Author : Saumiman Saud
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
TERUS BERLARI …JANGAN BERHENTI!!
TERUS BERLARI …JANGAN BERHENTI!!
“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:12-14)
DI GARIS START: Apa dorongan dan tujuannya?
Pernahkah Saudara menonton perlombaan lari? Apa yang Saudara perhatikan dari para atlet lari itu? Bila saya memperhatikan sebuah lomba lari, maka yang menarik perhatian saya adalah para pelari yang sedang berjajar di garis start untuk memulai pertandingan tersebut.
Pertama-tama, saya akan bertanya, mengapa mereka mengikuti lomba tersebut? Apa motivasinya? Hadiahkah? Prestasikah? Atau memang karena ia berprofesi sebagai seorang pelari? Saya rasa setiap mereka memiliki motivasi yang berbeda-beda. Gambaran tentang lomba lari ini mengingatkan saya tentang kehidupan manusia yang ibaratnya sedang berada dalam suatu kancah perlombaan. Setiap manusia pasti memiliki pendorong hidup yang berbeda-beda. Ada yang menjalani hidup ini dengan dorongan-dorongan eksternal, yaitu dorongan dari luar diri mereka sendiri. Misalnya, seseorang terus bertahan hidup karena ada orang lain yang dia kasihi dan tidak rela ia tinggalkan; Ada lagi seseorang yang bertahan hidup karena hal-hal yang ia miliki di dunia ini, entah itu harta, uang atau kekayaan material lainnya, sehingga ia sedapat mungkin akan terus betahan hidup demi apa yang ia miliki. Selain itu, ada dorongan internal yang membuat seseorang itu terus bertahan untuk hidup, yaitu dorongan-dorongan dari dalam diri mereka sendiri. Misalnya, seseorang terus bertahan hidup karena ia merasa dirinya begitu bernilai, ia merasa bahwa ia begitu berharga, ia memiliki konsep diri yang kuat yang menyebabkan ia dapat terus hidup di dunia ini.
Kedua, saya akan bertanya, kira-kira apakah yang sedang dipikirkan para pelari itu tatkala mereka sedang bersiap diri untuk berlari? Pandangan dan arah mata mereka melihat ke depan. Namun, apa yang sedang mereka pikirkan? Apakah mereka memikirkan orang-orang yang mereka kasihi di rumah mereka masing-masing? Atau apakah mereka sedang memikirkan masa lalu mereka sendiri, seperti kegagalan-kegagalan mereka, keberhasilan mereka atau pengalaman-pengalaman traumatis mereka? Bila ya, maka saya rasa pelari itu tidak akan dapat berkonsentrasi untuk berlari sampai ke garis finish, karena pikirannya masih dijejali oleh pikiran-pikiran masa lalu yang menghantui dirinya sendiri, bahkan dapat menyeret orang itu sehingga ia tidak dapat bergerak maju menuju kemenangan itu. Tentunya seorang pelari harus berpikir dan memandang ke depan. Yang harusnya ia pikirkan adalah apa yang menjadi tujuan atau sasaran perlombaannya, yaitu kemenangan dan hadiah yang diidamkan oleh setiap peserta lomba. Hal ini sebenarnya juga menggambarkan seseorang dalam menjalani kehidupannya. Jikalau pikiran seseorang masih ‘disekap’ oleh gerombolan pengalaman traumatis yang masih terus dikenang dalam hidupnya, maka niscaya ia akan tersendat-sendat dalam menjalani kehidupannya. Ia sulit untuk maju, karena selalu pikirannya bergerak mundur ke masa lalu dan tidak berani menatap masa depannya. Begitulah juga orang yang masih dikuasai dan dihantui oleh pengalaman traumatisnya. Ia begitu sulit bergerak untuk maju dan berkembang dalam hidupnya.
Dalam Filipi 3:12-14, Rasul Paulus menggunakan gambaran orang yang berlomba lari untuk menjelaskan kepada kita tentang pendorong hidup dan sasaran hidup seorang percaya. Kedua hal inilah yang perlu diperhatikan dan terus ditanyakan kepada diri sendiri di dalam menghadapi pengalaman traumatis yang dihadapinya.
APA YANG MENDORONG HIDUPMU?
“…akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.” (ay.12).
Ayat ini merupakan cuplikan kesaksian tentang kehidupan Rasul Paulus. Bila memperhatikan kehidupannya, maka sebenarnya Paulus telah mengalami begitu banyak pengalaman hidup, baik yang manis maupun pahit. Tentunya pengalaman yang pahit itu dapat menjadi pengalaman traumatik yang dapat menghalanginya untuk terus melayani Tuhan. Berbagai macam penganiayaan baik badani maupun jiwani telah ia alami, belum lagi adanya fitnahan dari orang-orang yang tidak menyukainya. Bahkan ketika menuliskan surat Filipi, Paulus sedang berada di dalam penjara yang pengab dan lembab. Namun Paulus tidak menyerah kalah, ia tidak ‘didikte’ oleh pengalaman masa lalunya. Sebenarnya apa rahasia Paulus sehingga ia dapat terus bertahan dan dapat tetap maju dalam pelayanan dan kehidupannya? Jawabnya terdapat dalam ayat 12 ini. Dalam ayat ini, Paulus menuliskan pernyataan imannya yang teguh: ‘aku telah ditangkap oleh Kristus Yesus.’ Pernyataan ini mengandung makna yang dalam.
Pertama, ia mengakui bahwa hidup dan panggilannya adalah karena kasih karunia dari Tuhan. Bagi Paulus, yang membuat ia menjadi pengikut Kristus bukan karena jasa atau usahanya, tapi semata-mata karena ia telah ‘ditangkap’ oleh Yesus Kristus. Perjumpaannya dengan Tuhan dalam perjalanan menuju Damsyik, telah menjadi titik balik hidupnya. Pada saat itulah ia bertobat dan menjadi manusia yang baru, yang orientasi hidupnya berubah. Dari seorang pengejar dan pembunuh orang Kristen—setelah dikejar dan ditangkap Kristus—ia berubah menjadi pengejar dan pemenang jiwa bagi Kristus. Peristiwa inilah yang ia maksudkan dengan peristiwa di mana ia ‘ditangkap’ oleh Kristus. Pengalaman inilah yang menjadi pendorong kehidupan dan pelayanannya. Sehingga dengan demikian, bilamana ia mengalami tekanan hidup atau tatkala pengalaman traumatik nya kembali ‘menjajah’ pikirannya, maka ia dapat bertahan karena adanya kasih Kristus telah dinyatakan atas dirinya.
Kedua, pengakuan ini mengandung makna tentang siapa yang berotoritas di dalam hidupnya. Peristiwa ‘penangkapan’ Paulus oleh Yesus bukan saja mengubah cara hidupnya, tetapi yang lebih mendasar adalah terjadinya perubahan dalam hal siapa yang menjadi pengendali hidupnya. Sebelum mengenal Kristus, Paulus hidup dan bekerja demi hukum taurat seabagai otoritas dalam hidupnya (Fil 3:4-7). Namun setelah mengenal Kristus, ia mengakui Kristus sebagai satu-satunya otoritas yang mengendalikan hidupnya (Fil 3:10). Hal ini menyebabkan ia memandang Kristus sebagai oknum terbesar dalam hidupnya, dan ia mengakui bahwa Kristus jauh lebih besar dari segala masalah dan beban hidupnya, serta pengalaman-pengalaman pahit yang pernah ia alami. Ketika seseorang menyadari bahwa Kristus yang terbesar di dalam hidupnya, maka ia akan sanggup untuk menjalani hidupnya.
Dari kedua hal di atas, maka jelaslah bahwa kekuatan seseorang untuk menangani pengalaman traumatiknya adalah dorongan kasih karunia Tuhan. Hanya Dialah yang mampu menolong kita mengatasi pergumulan hidup dan pengalaman traumatik yang menjajah kita. Masalahnya, apakah kita sudah ‘ditangkap’ oleh Kristus Yesus? Dan sudahkah kita menjadikan Dia sebagai otoritas utama dalam hidup kita?
APA YANG KAU KEJAR DALAM HIDUPMU?
“…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri
kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk
memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus
Yesus.” (ay. 14)
Selain Paulus memahami bahwa Kristuslah pendorong hidupnya, maka ia mengatakan bahwa untuk terus maju dalam kehidupan dan pelayanannya, seseorang percaya harus melakukan tiga hal sekaligus: (1) melupakan apa yang di belakang, (2) mengarahkan diri kepada yang di depan dan (3) berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah panggilan sorgawi. Ketiga hal ini persis seperti langkah yang harus dilakukan oleh seorang atlet lari ketika ia sedang bersiap-siap untuk berlomba lari.
Menangani pengalaman traumatik dalam hidup kita, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Perlu adanya proses yang tidak sebentar dan kerjasama dengan Tuhan, empunya hidup kita. Kerjasama yang melibatkan kita dan Tuhan berarti ada bagian yang harus kita lakukan dan ada bagian yang memang hanya Tuhan dapat lakukan. Paulus telah menuliskan tiga hal yang dapat orang percaya lakukan untuk mengatasi trauma-taruma dalam hidupnya. Memang benar, Tuhan dapat menyembuhkan dan memulihkan kita dari luka-luka trauma, namun perlu adanya ‘perjuangan’ dari pihak kita.
Paulus telah berhasil melakukan perjuangan yang ia dapat lakukan sebagai manusia, ia belajar melupakan masa lalunya yang mengganggu, ia belajar untuk mengarahkan diri kepada masa depan dan ia terus berlari untuk melihat kepada panggilan sorgawi itu. Dengan kata lain, sebenarnya hadiah kemenangan itu sudah tersedia bagi setiap orang percaya yang sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, karena itu teruslah berlari mencapainya. Pandanglah kepada panggilan sorgawi itu, pandanglah kepada hidup kekal yang Tuhan sediakan bagi orang percaya. Maka hal ini akan membuat hidup setiap orang percaya penuh pengharapan dan tidak lagi dibelenggu oleh masa lalunya. Dalam suratnya yang lain, Paulus berkata, “sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” Inilah yang harusnya menjadi sasaran hidup orang percaya, yaitu kemuliaan kekal di sorga bersama dengan Bapa Surgawi yang penuh kasih.
Paulus berhasil menjalani kehidupannya sampai garis akhir, dan melalui jatuh bangun yang ia alami, ia terus memandang kepada Kristus yang panggilan-Nya begitu kuat dan dahsyat. Ia telah berhasil berdamai dengan masa lalunya, karena ia sadar Tuhanlah pendorong hidupnya. Ia tidak lagi menyalahkan masa lalunya, tetapi ia menerimanya sebagai satu karya Tuhan untuk menjadikannya kuat dan teguh dalam iman. Ia juga tidak takut menghadapi masa depannya, karena ia yakin Tuhan sudah menjanjikan mahkota kemuliaan sebagai ganti penderitaannya selama hidup di dunia ini.
Marilah belajar dari Paulus, TERUSLAH BERLARI, JANGAN BERHENTI, KARENA ENGKAU SUDAH DITANGKAP OLEH KRISTUS dan ITU CUKUP BAGIMU. Amin.
Author : Nicholas Kurniawan
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
MELANGKAH KE MASA DEPAN
MELANGKAH KE MASA DEPAN
"... aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku... ," (Filipi 3:13)
Kaca Spion, salah satu aksesoris dari kendaraan bermotor yang paling vital. Meski seringkali diacuhkan oleh para pengendara sepeda motor, lain halnya bagi para pengemudi mobil, kaca spion wajiblah ada.
Apa yang dilihat melalui kaca spion tersebut adalah sesuatu yang berada dibelakang kita. Alat itu sangat bermanfaat bagi para pengemudi baik yang hendak mundur, maupun sedang maju (menyalip ataupun berbelok arah). Dalam keadaan maju sesekali alat ini sangat membantu, namun akan jadi bencana jika si pengemudi terlalu lama melihat kebelakang melalui kaca spion tersebut.
Demikian juga dengan kehidupan yang sedang kita jalani ini. Kehidupan kita akan terus maju, waktu tidak mungkin akan mundur atau berbalik. Tetapi ada orang yang selalu mengkaitkan masa depan dengan kejadian-kejadian di masa lalu, mereka selalu hidup dibayangi kejadian masa lalu, orang-orang seperti ini akan selalu memandang masa depan dengan sikap pesimis.
Masa depan tidaklah sama dengan masa lalu. Mungkin kita merasa masa lalu kita cukup menyakitkan, mengecewakan atau memalukan. Namun kita tidak bisa selamanya hidup dengan terus melihat ke belakang. Sama seperti pengemudi yang melihat kaca spion, jika kita terlalu lama melihat ke belakang maka masa depan (dibaca : kehidupan) kita akan hancur. Masa lalu bukan untuk dilupakan tapi untuk dimengerti, supaya kita bisa melangkah ke depan dengan lebih bijaksana. Yang diperlukan untuk melangkah ke masa depan adalah sikap Optimis.
Sama seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:11, Tuhan telah menyediakan masa depan yang penuh harapan bagi kita. Memasuki tahun yang baru ini marilah kita masuki kehidupan yang baru, raihlah masa depan kita dengan berjalan bersama-sama dengan-Nya dan serahkan kepada-Nya seluruh kehidupan kita.
Author : David Januar Lie
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Cinta
Cinta
Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga membuatmu sedih. Cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru, dan pilihlah yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Dan karena itu kamu sempurna.
Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya kebohongan. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya..
Cinta bukan, “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu di mana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kaya gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu izinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Note :
Patah tumbuh hilang berganti, dan Janganlah pernah putus asa …
Seseorang yang tepat nantinya akan ditemui, waktulah yang kan menjawab…
Semoga kamu menemukan orang tepat yang akan menjadi pendamping hidup kelak…
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Belajarlah Kesempatan pun Datang
Belajarlah Kesempatan pun Datang
“Sumber dari segala macam bencana dan kutukan terhadap umat manusia adalah kebodohan dan ketidakmengertian. Sumber dari tercipnayna peradaban tinggi adalah masyarakat yang menghormati pendidikan”Setiap Manusia mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk bahagia dalam hidupnya. Walau ukuran kebahagiaan manusia tidak bisa disama ratakan, namun secara umum bisa dilihat dari kesuksesan yang diraih selama hidupnya. Kesuksesan tidak bisa didapat begitu saja, butuh perjuangan dan usaha keras. Salah satu yang harus dilakukan untuk mendapat kesuksesan ter - sebut adalah dengan belajar. Belajar, merupakan tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama bagi tiap manusia. belajar, selain membuat pengetahuan yang kita miliki bertambah, kesempatan terbukanya pintu kesuksesan pun semakin lebar.
Lantas bagaimana caranya agar kesuksesan yang ingin dicapai dengan cara belajar tersebut, dapat mudah kita raih ?? Ada beberapa hal yang patut kita ingat, ketika kita sedang belajar untuk menuju kesuksesan yaitu :
HASRAT KUAT
Belajar tanpa disertai oleh keinginan dan hasrat yang kuat untuk menuju sukses, tak akan berhasil. Karena segala seuatu (termasuk belajar) yang dilakukan tidak dengan sungguh-sungguh, hasil yang dicapaipun akan ala kadarnya. Bila kesuksesan merupakan salah satu proses yang ingin diraih untuk mencapai kebahagiaan, maka mulailah belajar sungguh-sungguh dengan hasrat kuat, keinginan dan harapan yang besar.
Selain keberhasilan tidak akan pernah singgah kepada orang-orang yang berhastar lemah dan tak punya kemauan, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatu hanya akan terjadi bila kita menginginkan itu terjadi Seperti kata pepatah “Siapa yang berpikir dia bisa, maka dia akan bisa menjadi siapapun yang dia inginkan” Ciptakan dan penuhi alam bawah sadar kita dengan hasrat yang kuat untuk meraih harapan.
BERANI BELAJAR
Semua orang pada dasarnya tidak tahu dan tidak mampu. Hanya orang- orang yang berani belajar yang akhirnya akan tahu dan mampu. Ada begitu banyak cara untuk belajar, baik melalui pengalaman diri sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus ataupun pelatihan-pelatihan yang ada. Kita tinggal memilih cara belajar yang kita sukai. Namun harus dipastikan bahwa cara belajar yang dilakukan, bisa membuat kita lebih mengerti dan memahami banyak hal. Sehingga kita mampu melihat dan mengetahui bahwa ada banyak cara dan pilihan untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
“Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang” sunggu tepat apa yang dikatakanAbraham Lincoln tersebut Sebab tanpa belajar, maka segala kemungkinan menuju kesuksesan bisa hilang. Untuk menjadi siri yang selalu belajar (a becoming learling person) diperlukan keberanian dan ketabahan, yang berakibat terbukanya segala kemungkinan untuk kehidupan yang lebih baik.
BERANI BERUBAH
“Learning has not taken place, until behaviour has changed,: belajar tidak akan berarti apa-apa,sampai terjadi perubahan perilaku. Dengan belajar pengetahuan dan ketrampilan kita bertambah. Tetapi pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak akan berarti apa-apa,jika ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak sanggup merubah diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pengetahuan kita akan hemat tidak akan men- jadikan kita kaya kecuali kita berani berubah menjadi orang hemat dan mungkin akan kaya. Pengetahuan kita tentang kerja keras tak akan memberi manfaat, sampai kita berubah menjadi seorang pekerja keras dan meraih keberhasilan.
Setelah kita belajar, kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang hal-hal yang kita pelajar. Langkah berikutnya adalah bagaimana kita bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Perubahan itu mungkin terjadi begitu lambat. Bagi orang-orang tertentu hal itu mungkin menjadikannya frustasi sehingga proses belajarpun terhenti ditengah jalan, karena tidak merasa mendapatkan manfaat dari proses belajar. Namun perlu disadari bahwa jauh lebih sulit menerapkan apa yang kita ketahui, dibanding dengan proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan itu sendiri. Perubahan kearah lebih baik yang terjadi pada diri kita, walau berjalan secara perlahan, sedikit demi sedikit, hal itu akan sangat besar artinta bagi kesuksesan kita.
Teruslah belajar dan janganlah pernah menyerah, walau kegagalan bisa sewaktu-waktu menghampiri. Gagal bukan berarti mati, tapi gagal berarti ada banyak hal yang harus diperbaiki. Lupakan kata tidak mampu dan tidak mungkin, namun persiapkan fisik dan mental Anda untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Sumber : dari Situs Tetangga
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Hidup adalah Pilihan
Hidup adalah Pilihan
Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”
Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
Pelajaran yang dapat diambil :
Dalam menjalani kehidupan, selalu ada pilihan. Selalu saja ada peran yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah lebih jauh, tak mau menatap hidup yang dijalani.
Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak dan hati yang luas
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Memanfaatkan Waktu dengan Bijaksana
Memanfaatkan Waktu dengan Bijaksana
Mengapa suatu pekerjaan terlambat diselesaikan?? Mengapai target tidak tercapai?? Mengapa deadline tak terkejar? Semua ini tidak terjadi begitu saja, atau secara tiba-tiba, tetapi akibat tumpukan waktu yang tidak dikelola dengan bijak. Lalu mengapa kita perlu mengelola waktu dengan bijak? Bagaimana cara mengelola waktu dengan bijak?
Mengapa Perlu Memanfaatkan Waktu anda?
Banyak alasan yang perlu dipertimbangkan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak.
Waktu adalah uang
Karena tidak dapat memenuhi waktu penyelesaian sebuah proyek yang telah disetujui bersama dengan pihak pemberi proyek, perusahaan komputer A didenda US$ 5,000 setiap harinya.
Kebiasaan Maya yang sering terlambat dalam banyak hal (datang terlambat, menyerahkan tugas dan laporan juga terlambat), Maya kehilangan kesempatan untuk mendapat promosi dengan tanggung jawab yang lebih besar serta gaji dan tunjangan jabatan yang lebih besar pula. Seandainya saja mereka bisa mengelola waktu dengan lebih bijak, maka pasti banyak kesempatan emas yang bisa mereka raih. Bagaimana dengan Anda??
Waktu tak akan kembali
Berikut adalah sebuah ilustrasi menarik, diterima penulis dalam sebuah email. Coba bayangkan Anda setiap hari menerima uang sebesar US$ 100.000 di rekening bank Anda yang bisa Anda tarik sebagian, atau semuanya. Syaratnya hanya satu: jika uang ini tidak Anda manfaatkan pada hari yang sama, uang itu akan hangus, namun keesokan harinya Anda akan menerima sejumlah yang sama. Begitu seterusnya.
Nah, apa yang akan Anda lakukan dengan uang sebesar US$ 100.000 setiap harinya? Apakah Anda akan memanfaatkan sebagian saja atau seluruhnya? Tanpa harus berpikir lama, kemungkinan besar Anda akan menjawab bahwa Anda akan memanfaatkan seluruhnya, karena jika tidak, uang ini akan hangus.
Nah, ternyata sifat hangus ini juga berlaku bagi waktu. Waktu yang kita terima adalah anugerah yang nilainya lebih besar dari uang. Anugerah ini tidak bisa disimpan dan akan hangus jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Waktu yang telah lalu, tak akan kembali. Lalu, apa keputusan Anda?
Bagaimana Memanfaatkan Waktu?
Mungkin sekarang Anda sudah bisa diyakinkan bahwa waktu perlu dikelola dengan bijak. Tetapi, bagaimana caranya? Anda bisa belajar dari beberapa pelaku bisnis berikut yang telah berhasil mengelola waktu mereka dengan bijak.
1. Fokus pada kekuatan
Lucio A Noto, mantan CEO Mobil, salah satu perusahaan minyak terbesar dunia, menerapkan strategi untuk fokus pada kekuatan. “Do what you do best, let others take care of the rest,” demikian motto sang CEO.
Menurut Lucio, dengan cara ini banyak waktu yang dapat dihemat dan dialokasikan untuk melakukan hal-hal yang lebih penting atau lebih memiliki nilai tambah bagi usaha yang ditekuni. Misalnya, untuk tampil unggul, Mobil, yang memiliki kekuatan di industri perminyakan, memfokuskan seluruh waktu, energi, dan sumber daya untuk membangun kekuatannya tersebut, sedangkan bidang-bidang lain yang bukan merupakan kekuatan dipangkas dan bidang yang sifatnya menunjang diserahkan pada pihak lain untuk mengelolanya.
Hasilnya, Mobil mampu memfokuskan strateginya untuk mempertahankan keunggulannya dan berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya secara signifikan dari US$ 3 miliar menjadi US$ 12 miliar menjelang abad ke-21.
2. Buat daftar
Sebagai seorang pelaku bisnis yang memiliki dan mengelola berbagai usaha makanan, William E Heinecke, sangat mengandalkan daftar hal-hal yang harus dikerjakan (things to do) dan orang-orang yang harus dihubunginya (people to call).
Tiap hari ia membuat daftar Things to do dan People to call. Daftar ini disusun berdasarkan skala kepentingan. Pada akhir hari, beberapa saat sebelum pulang, ia melihat kembali daftar yang dibuatnya tersebut.
Di sisa hari ia mencoba menyelesaikan apa yang belum terselesaikan. Dalam perjalanan pulang dari kantor pun ia memanfaatkan waktunya menelepon orang-orang yang belum sempat diteleponnya. Dengan daftar ini, ia merasa lebih memiliki kendali terhadap waktu dan hasil yang diharapkannya.
3. Ingat tujuan
Jika Heinecke mengandalkan daftar, lain lagi dengan Bill Gates, Kaisar yang membidani Microsoft. Teknik mengelola waktu dengan bijak yang digunakan oleh Bill Gates adalah mengaitkan waktu dengan Tujuan.
Bill Gates membuat daftar tujuan yang akan dicapainya. Tujuan ini dijadikannya acuan ketika memimpin rapat. Jika ada pembicaraan yang melenceng dari tujuan, pembicaraan tersebut bisa dialihkan kembali ke arah yang telah disepakati bersama.
Dengan demikian rapat yang mengacu pada tujuan tersebut bisa diadakan dalam waktu yang lebih sedkit dengan hasil yang lebih baik (singkat namun berbobot).
4. Menyisihkan waktu belajar
Jeffrey J Fox, penulis buku How to Become CEO, mengusulkan agar tiap orang secara rutin menyisihkan waktu untuk meningkatkan diri. Waktu yang dipilih bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain.
Bagi yang merasa lebih produktif pagi hari, bisa menyisihkan satu jam di pagi hari untuk “belajar”, misalnya, waktu perjalanan dari rumah ke kantor (jika Anda naik kendaraan umum, atau jika Anda dibantu oleh supir pribadi).
Sebaliknya, jika waktu produktif Anda adalah malam hari, Anda bisa menyisihkan waktu malam hari Anda untuk “belajar”. Belajar disini tidak harus dilakukan di kelas. Belajar bisa dilakukan dengan berdiskusi dengan orang lain, belajar “di internet”, membaca buku, koran, majalah, ataupun mendengarkan kaset-kaset pengembangan diri. Belajar merupakan upaya “mengisi bensin” bagi pikiran Anda agar Anda bisa terus melaju tanpa hambatan.
4. KISS
Keep it Simple and Sound (KISS). Ini merupakan strategi yang diterapkan oleh Chuck Knight, CEO Emerson Electric. Menurut Chuck, dengan menerapkan strategi ini, segala sesuatu (termasuk tugas yang rumit sekalipun) pasti bisa diselesaikan dalam waktu yang telah disepakati bersama.
Caranya: Buat perencanaan. Dengan membuat rencana, setengah dari sukses sudah bisa diraih. Dalam membuat rencana, kita bisa mengidentifikasi tugas-tugas rumit dan memecahkannya menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana.
Dalam perencanaan, kita bisa memperkirakan waktu yang diperlukan, mengantisipasi kesulitan, dan menyiapkan strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut sebelum kesulitan tersebut berubah menjadi masalah.
5. Lihat ke depan
Seperti seorang kapten kapal yang senantiasa harus melihat ke depan ketika mengemudikan kapalnya, demikian pula dengan seorang pemimpin bisnis. Menurut Bob Eaton dari DaimlerChrysler, seorang pemimpin bisnis harus mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk melihat ke depan (memanfaatkan kekuatan visi), sehingga ia bisa melihat ke arah mana bisnisnya akan melaju.
Dengan demikian akan lebih mudah baginya untuk memberikan inspirasi kepada anak buah untuk mendayung ke arah yang sama. Dengan melihat ke depan ia juga bisa melihat batu-batu halangan yang menghadang di perjalanan menuju masa depan, sehingga ia dapat mengambil keputusan untuk memutar kemudi guna menghindari penghalang tersebut.
Pemanfaatan waktu pada dasarnya adalah sebuah kebiasaan. Upaya mengelola waktu dengan bijak merupakan upaya membangun kebiasaan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak. Kuncinya adalah disipilin diri. Sebagai tahap awal, coba tuliskan dari jam ke jam apa saja yang biasa Anda lakukan, lalu identifikasi “kebocoran” waktu yang terjadi. Dari sini Anda bisa memulai dan memilih strategi pengelolaan waktu yang paling tepat untuk kondisi Anda.
Nah, bagaimana? Tidak terlalu susah, bukan?
Selamat mencoba!
Note : Dari beberapa sumber
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Menikmati kesulitan dan tantangan
Menikmati kesulitan dan tantangan
Kekuatan tidak didapat dari bersantai-santai dan pekerjaan gampangan. Anda bisa menanyakannya kepada para olahragawan, atlet binaraga misalnya. Segalanya datang dari kesulitan dan tantangan. Para atlet binaraga tahu bahwa mereka harus menempa semua otot mereka agar bertumbuh. Dan sama dengan hal itu, karakter anda akan ditempa dengan kesulitan yang anda temui.
Tanpa kesulitan, kita tidak akan mengenal kenikmatan, apalagi menikmatinya. Kesulitan dalam hidup, hanyalah demi anda lebih mengenali kenikmatan hidup. Setiap rintangan yang berhasil diatasi, akan membuat anda menjadi lebih kuat. Setiap tantangan yang anda lewati, menghasilkan kegembiraan yang lebih sempurna.
Tantangan memberi kita tugas untuk dikerjakan.
Bayangkan betapa keringnya hidup bila segala sesuatu muncul begitu saja saat anda inginkan. Hargailah masa susah, karena masa itu berlimpah kesempatan. Bangkitlah menghadapi tantangan pahit, dan hidup anda akan terasa manis.
Tahukah Anda.??
Nelayan-nelayan Jepang menggunakan bantuan burung Kormoran hidup untuk menangkap ikan. Kormoran adalah jenis burung laut pemakan ikan dengan kaki berselaput dan memiliki paruh berkantung seperti pelikan. Para nelayan Jepang kerap menjepit sayap Kormoran dan membawa kira-kira 10 hingga 12 ekor Kormoran dalam sebuah perahu kecil, selain diikat dengan tali, leher Kormoran dipasangi cincin kecil terbuat dari logam yang pas dengan ukuran leher Kormoran.
Kormoran selanjutnya dilepas untuk menangkap ikan. Saat ikan didapat, Kormoran tidak bisa menelannya karena ikan yang didapat tidak bisa melewati lehernya yang dijepit cincin logam. Saat itulah nelayan menarik Kormoran, lalu membuka mulutnya dan mengambil ikan di dalamnya, untuk selanjutnya melepas Kormoran kembali menangkap ikan. Kormoran akan terus menyelam dan menangkap ikan walau akhirnya ikan itu akan selalu diambil oleh nelayan.
Quote :
*Agar dapat membahagiakan seseorang,…………
isilah tangannya dengan kerja,
hatinya dengan kasih sayang,
pikirannya dengan tujuan,
ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat,
masa depannya dengan harapan,
dan perutnya dengan makanan.!!
(Frederick E. Crane)
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Belajar dari Kesalahan
Belajar dari Kesalahan
Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat suatu kesalahan.
Bila anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang hebat.
Karena anda berkesempatan belajar sesuatu.
Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam.
Jawablah kesalahan anda tersebut.
Kesalahan adalah guru yang luar biasa.
Dengan mengenal apa yang salah, anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.
Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan.
Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata “Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri.” Jawab Watson, “Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik anda…”
Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Jangan menangisi kesalahan.
Periksa dan pelajari kesalahan.
Selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru anda itu
Note :
Dari kesalahan, kita belajar bahwa kita telah menemukan cara yang benar untuk melakukan perbaikan ke depan dan untuk lebih baik lagi untuk melakukan perubahan.
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Penyebab Kegagalan Orang pintar
Penyebab Kegagalan Orang pintar
Seperti halnya kesuksesan, setiap orang pun bisa mengalami kegagalan!
Tak terkecuali orang-orang jenius yang kecerdasannya mendekati sempurna.
Karena, memang tak ada jaminan bahwa orang pintar akan selalu sukses.
Makanya, jangan heran, jika Anda menemui rekan sekolah Anda yang dulu
dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya merutuki nasib karena
masa depannya yang suram! Apa penyebabnya? Di luar nasib dan faktor
‘lucky’, banyak hal yang bisa memicu kegagalan orang-orang pintar. Namun
berdasarkan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di
Amerika, ada enam hal penting penyebab kegagalan bagi mereka. Coba simak:
* Kurang ketrampilan sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu
memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap
perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang
memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan
tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh
dengan banyak berlatih.
* Tidak cocok
Sebuah kesuksesan memerlukan kecocokan antara kemampuan, bakat,
kepentingan, keinginan, kepribadian, dan nilai-nilai dalam pekerjaan Anda.
Bila Anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku
pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaan Anda selama ini. Bagi
beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang
berani diambil.
* Tidak ada komitmen
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan
gagal. Suatu tujuan perlu dibarengi tekad, semangat, dan komitmen yang
kuat untuk mencapainya. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri
merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, Anda
harus yakin bahwa Anda bisa melakukannya.
* Kurang fokus
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya
tidak melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali diri Anda pada apa
yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan Anda, tetapkan
prioritas, dan susun organisasi usaha Anda.
* Kurang menyadari rintangan
Kadang, banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Umur,
diskriminasi jenis kelamin dan ras merupakan jenis rintangan yang sering
tidak disadari. So, Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang
benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan
masa depan Anda.
* Kemalangan
Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir, entah itu takdir baik atau
buruk. Dan siapa pula yang bisa menolak ketika kemalangan itu harus Anda
alami? Seandainya ini terjadi, yang harus Anda lakukan, jangan
menyalahkan diri sendiri! Ingat, meski tak bisa menolak kemalangan itu, namun
selalu ada jalan untuk memperbaikinya.
Pada akhirnya, kegagalan bukanlah ‘jalan buntu’ untuk mencapai sukses.
Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini Anda gagal, mungkin
besok Anda akan sukses. Jika Anda mampu berpikir jernih mengenai kegagalan
dan menyadari bahwa dalam hidup ini selalu ada pilihan, Anda akan bisa
menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak
ada orang yang lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari
sebuah kegagalan.
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Manajemen Stress
Manajemen Stress
Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMAnya kita memikul beban tersebut. (Stephen Covey)
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.
“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”
“Jika kita membawa be ban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya …! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day……..
Note : Stress bukan untuk ditakuti, tapi dengan stress awal memulai langkah baru.
Hadapi setiap permasalahan dengan tenang dan bijaksana.
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar
Mutiara
Mutiara
“Hai Anakku.” Kata Seorang Guru kepada muridnya yang duduk berhadapan dihamparan pasir pantai. “Sepertinya sudah cukup engkau belajar dariku, saatnya engkau belajar dari dunia luar, lingkungan yang sebenarnya”, papar Sang Guru kemudian. “Namun ada satu hal lagi yang harus engkau lakukan, sebagai bekalmu nanti, dan pelajaran akhir dariku.” “Apa itu Guru ?” tanya murid tersebut.
“Carilah mutiara di laut yang indah itu.”
“Mencari mutiara di laut itu Guru ?” tanya murid minta kepastian. “Bukankah di dasar laut itu gelap Guru, bagaimana aku bisa tahu itu mutiara atau bukan?”
“Dengan ilmu yang engkau miliki, engkau bisa menerangi dasar laut yang gelap tsb sehingga engkau bisa membedakan mana yang mutiara dan bukan”, jelas Gurunya. “Kecuali kalo kamu sengaja mengambil yang bukan mutiara.”
“Baiklah kalo bagitu Guru.”
“Untuk itu aku akan memberimu sesuatu buatmu, yang pertama adalah kuberi kau sebuah kantung di mana dengan kantung ini kau bisa menyimpan mutiara yang engkau dapatkan sebanyak-banyaknya, semakin banyak kau dapatkan maka kau akan semakin kuat sehingga bisa untuk mencari mutiara di tempat lain, jangan kau masukkan mutiara yang cacat atau selain mutiara, karena hal itu akan melemahkanmu dan akan membuatmu berat, mengerti kau?”
“Mengerti Guru, lalu apa lagi Guru?”
“Satu lagi, yaitu kuberi engkau sebuah kotak, yang dengan kotak ini engkau dapat menyimpan mutiara maksimal sebanyak empat. Namun tidak sembarangan mutiara yang engkau masukkan. Masukkanlah mutiara yang menurutmu paling bagus, paling indah, paling bersinar, bisa menyenangkanmu, semakin cepat engkau memasukkan mutiara yang menurutmu paling indah tersebut dalam kotak ini, maka kekuatanmu akan berlipat ganda, lebih dari kantung mutiara tadi, tapi ingat jika engkau memasukkan mutiara ke dalam kotak itu lebih dari satu sedang engkau tidak bisa menahan kekuatannya, maka engkau yang akan mendapat kerugian, kotak tersebut akan pecah, mutiara tersebut akan hilang dan kekuatanmu akan melemah, engkau harus pandai-pandai dan bijaksana mengambil keputusan, serta aku sangat tidak menyukai engkau mengambil lagi mutiara yang telah engkau masukkan dalam kotak tersebut kecuali jika memang mutiara yang engkau masukkan justru akan mengurangi kekuatanmu dan ingat, waktumu sampai matahari terbenam di ufuk Barat.” jelas Guru tersebut pada muridnya.
“Baiklah Guru, akan kuingat pesanmu” jawab muridnya sambil menerima kedua barang dari Gurunya.
Tidak lama kemudian turunlah murid tersebut ke dalam lautan. Dengan ilmunya, dia sanggup berada di dalam laut, dan mampu melihat dasar laut yang gelap gulita. Kemudian diapun sibuk mencari mutiara di antara batu-batu kerikil, banyak mutiara yang ditemukan, ada kemilau, bersinar, dan sebagainya.
“Lumayan juga, banyak mutiara yang telah kudapatkan, tenagaku pun terasa lebih kuat, aku akan pergi ke tempat lain lagi, barangkali di sana kutemukan mutiara yang cocok untuk kotak ini” pikir murid tersebut sambil memasukkan mutiara-mutiara yang ditemuinya ke dalam kantung. Di tempat lain, hal samapun dilakukan, sambil mencari mutiara yang cocok untuk dimasukkan dalam kotak, sampai suatu ketika ditemuinya sebuah mutiara yang cukup membuat hatinya tertarik, sebuah mutiara putih bersih kemilauan dengan sinarnya yang terang menerangi hati. Akhirnya diambil mutiara tersebut dan dimasukkan kedalam kotak. Benar kata Gurunya, mutiara tersebut memberi kekuatan yang berlipat ganda, tapi masih ada waktu lagi untuk mencari, maka pergilah dia ketempat lain untuk mengumpulkan mutiara-mutiara yang lain. Namun ditempat lain tersebut ditemuinya lagi sebuah mutiara yang lebih indah dari mutiara yang dimasukkan kotak tersebut. Muncul kebimbangan hati dalam diri murid tersebut.
“Guruku berpesan, jika aku tidak kuat, maka jangan memasukkan mutiara ini ke dalam kotak yang sudah terisi, akan berbahaya bagiku, Guruku juga melarangku untuk mengeluarkan mutiara dalam kotak ini apalagi mutiara tsb telah memberiku kekuatan, tapi mutiara ini teramat indah, lebih indah dari sebelumnya” cukup lama juga murid tersebut dalam kebimbangan, akhirnya diputuskan untuk memasukkan mutiara terindah itu ke dalam kantung saja, kemudian dia melanjutkan lagi perjalanannya mencari mutiara karena waktunya masih ada. Di tempat lain dia juga mengalami hal serupa, dia menemukan mutiara yang lebih indah lagi, tapi dengan ketetapan hatinya, dia tetap mempertahankan mutiara dalam kotak tersebut. dan meletakkan mutiara terindah itu ke dalam kantung, hingga batas waktunya telah tiba, dan dia harus kembali pada sang Guru.
Ditemuilah Gurunya dengan membawa hasil yang diperolehnya.
“Guru, aku sudah menyelesaikan tugas ini Guru, aku sudah berhasil membawa mutiara dalam kantung ini dan dalam kotak ini”
“Bagus kalau begitu, ketahuilah wahai anakku, aku akan memberitahumu sesuatu di balik hal tersebut, Ketauhilah bahwa kantung yang kuberikan itu ibarat tempat untuk menampung teman/sahabat, maka carilah sahabat yang baik. Buatmu carilah sahabat yang menjadi mutiara bagimu yang mampu memberimu kebaikan, semakin banyak engkau memiliki sahabat, maka akan banyak sahabat lagi yang akan kau dapatkan di kemudian hari, seakan-akan tempat itu bisa menampung tak terbatas banyaknya, semakin banyak akan semakin baik, tetapi jika engkau memiliki sahabat yang buruk yang bukan mutiara bagimu, maka hal itu akan memberatkanmu dan akan merugikanmu.”
“Lalu apa maksud dari kotak ini Guru?”
“Kotak ini memiliki maksud dengan pasangan hidup atau istri, nanti dalam hidupmu, carilah istri yang engkau anggap paling indah, paling engkau suka menurut pandanganmu karena hal itu akan memberimu kekuatan, kebahagian dan ketenangan. Karenanya engkau harus pandai-pandai dalam mengambil keputusan, engkau harus bisa memilih mutiara diantara batu-batu dan memilih mutiara terbaik bagimu apakah engkau mengerti Wahai Anakku”
“Insya Allah mengerti Guru”
“Nanti jika engkau telah berada diluar, gunakanlah ilmumu, gunakanlah Al-Islam sebagai penerang bagimu, dalam menentukan mana yang baik dan yang buruk, insya Allah engkau akan mendapatkan hasil akhir yang baik jika engkau berpegang padanya.”
“Baik Guru, insya Allah saya akan mengingat pesan-pesan Guru.
Diposting oleh
SUKSES FOREVER
di
Selasa, Januari 22, 2008
0
komentar

